
Satu jam berlalu akhirnya Diki sampai di rumah utama dengan selamat dan di kawal dengan anak buah yang begitu banyak karna di pertigaan sebelum masuk kompleks perumahan seluruh anak buahnya yang tadi mengkecoh mobil itu sudah menunggunya dan akhirnya ikut mengawal sampe rumah.
Diki keluar dari mobil dan langsung berjalan menuju kepala anak buahnya untuk memberikan perintah yang berdiri di luar pagar.
"Bagas, saya minta kamu dan beberapa orang berjaga di rumah utama dan juga berjaga di apartemen Tomi untuk menjaga istri Tomi dan sisanya kembali pada rencana awal yang di perintahkan Tomi dan kamu khusus berjaga di ruang CCTV untuk memantau semua pergerakan yang ada di rumah ini terutama bagian pembantu karna saya merasa jika salah satu dari mereka ada yang sedang bermain main sama saya." ucap Diki.
"Baik tuan, kalo begitu saya akan memberitahukan kepada anak anak untuk tugas ini agar bisa lebih waspada." jawab Bagas dan setelah itu Diki pun pergi menuju pintu rumah utama yang dimana Dian saat ini berada untuk menyambut kedatangan Diki, sedangkan Tomi sudah langsung pergi setelah menurunkan Diki karna ia pun juga merasakan khawatir pada Citra di dalam apartemen tanpa ada yang menjaga karna Tomi tidak tau kalo Diki sudah memberikan perintah anak buahnya untuk menjaga juga apartemen Tomi.
"Malam sayang.., maaf mas pulangnya telat tadi banyak sekali kerjaan mas." ucap Diki saat baru saja tiba di depan Dian dan mengecup pucuk kepala Dian setelah itu memeluk sekejap untuk melupakan rindunya karna seharian tak bertemu.
"Malam juga mas, gak papa yang penting sekarang mas sudah sampe rumah dengan selamat."ucap Dian dengan senyum manis.
Deg...
__ADS_1
"Kok Dian bisa tau kalo aku tadi mendapat ancaman,apa mungkin ini bawaan hamil hingga membuat Dian lebih kuat pirasatnya" ucap Diki dalam hati.
"Ya yuk masuk, mas sudah lapar." ucap Diki menggandeng tangan Dian dengan lembut setelah itu mereka mulai berjalan memasuki dalam rumah.
"Lapar perut apa laper yang lain mas." tanya Dian berbisik pelan takut ada yang dengar.
"Keduanya sih, tapi yang sekarang ngisi perut dulu biar ada tenaga nanti saat mas makan kamu." bisik Diki balik dan seketika membuat wajah Dian merah padahal kan dia. yang mancing tapi kenapa dia juga yang malu.
Mendengar suara mama Nadin Diki pun berjalan menuju ruang keluarga dan langsung mencium tangan mama Nadin dan papa Juna untuk salim.
"Mah, pah, mbak dan kak, Diki ke atas Diki ya mau bersih bersih sudah lapar sekali." pamit Diki sambil memegang perutnya yang keroncongan.
"Ya udah cepat pergi sebelum si kembar menyadari kehadiran kamu."usir mama Nadin karna tak ingin mendengar jeritan cucunya kalo sudah melihat ayahnya sudah pasti langsung lengket tidak bisa di lepaskan dari gendongan Diki.
__ADS_1
Diki pun menuruti ucapan Mama Nadin karna Diki pun juga tak Meu mendengar jeritan anaknya saat di tinggal mandi karna Dian pasti akan ngomel sampe malam dan dia akan berakhir di kamar tamu karna belum bersih bersih dari luar sudah menggendong anak anaknya.
Diki langsung masuk kamar mandi saat sudah sampai dikamar dan Dian pun langsung menuju lemari untuk mengambilkan baju ganti Diki setelah itu menunggu Diki di sofa sambil bermain ponsel.
.
.
.
Bersambung...
Sudah dobel up ya kakak kakak cantik...
__ADS_1