
Seminggu berlalu pagi ini Diki sangat mengkhawatirkan keadaan Dian yang mual muntah dari pagi di tambah si kembar yang rewel dan tak ingin jauh dari ibunya selalu minta di gendong membuat Diki tidak tega meninggalkan Dian dalam ke adaan seperti itu meski ia ada jadwal rapat yang sangat penting namun istrinya di rumah lebih membutuhkannya dari pada kantor yang bisa di wakilkan Tomi meski ada resiko yang di bilang tidak profesional namun tak apa nanti bisa di bicarakan lagi.
"Mas kamu gak kerja? " tanya Dian dari tempat tidur karna lemas dari tadi bulak balik kamar mandi muntah dan di sampingnya si kembar bermain di samping Dian baring.
"Gak, mas dirumah aja temenin kamu lagian juga si kembar kan rewel gak mau jauh dari kamu takutnya kamu kewalahan nanti ngurus si kembar dalam ke adaan kamu yang lemah gini."ucap Diki yang baru keluar dari kamar mandi beresin tempat mandi si kembar habis ia mandiin.
"Aku gak papa mas, mas berangkat aja ke kantornya nanti kalo aku kualahan kan ada mama dan mba Kiara yang bantu jaga si kembar mas."ucap Dian tak enak hati.
"Justru mas nanti yang gak akan fokus kerjanya bila ninggalin kamu dalam keadaan kaya gini, mas merasa jadi laki laki yang gak bertanggung jawab, giliran buatnya aja seneng, pas kamu kesusahan seperti sekarang mas malah gak ada di samping kamu." ucap Diki dan berjalan menuju Dian tidur dan membelai wajah Dian lembut.
"Jangan larang mas untuk ada di samping kamu saat kamu dalam ke adaan lemah dan lemas seperti sekarang, karna mas senang bisa melewati semua ini bersama sama, " ucap Diki lembut menatap Dian penuh cinta.
__ADS_1
"Makasih mas, kamu memang selalu ngerti dengan apa yang aku mau tanpa aku minta." ucap Dian dan langsung berhambur memeluk Diki.
"Sama sama sayang, kan kita sehati jadi pasti mas akan tau apa yang kamu mau begitu pun dengan kamu tau apa yang mas mau tanpa harus mengucapkan karna apa? karna hati kita sudah satu hati satu rasa di dalam dua jiwa." ucap Diki membalas pelukan Dian erat
"Ya udah sekarang kamu istirahat ya, biar si kembar mas ajak keluar dulu, belum sarapan kan mereka? biar gak tambah rewel lagi mereka jika perutnya belum diisi." ucap Diki dan di angguki Dian.
Diki keluar menggendong kedua buah hatinya di kanan dan kiri tangannya, memang sudah biasa Diki menggendong anaknya seperti itu karna dengan begitu Diki bisa sekaligus menggendong keduanya dalam satu waktu bersamaan tanpa ada yang membuat perasaan iri pada hati anaknya.
"Iya mah, oh ya makanan si kembar udah di buatin belum?" tanya Diki.
"Udah, tadi mba mu yang buat, paling udah hangat." ucap mama Nadin sambil menata makanannya di atas meja makan.
__ADS_1
"Mah, Diki minta tolong ya, tolong ajarin Diki buat SOP ayam yang rasanya agak kecut tapi seger itu mah, mau Diki kasih Dian kasihan dari tadi minta makan mangga mentah yang kecut katanya biar ngilangin mual" ucap Diki pada mamanya.
"Itu juga sudah di buatkan mba mu, kamu langsung kasih Dian sarapan aja ya, jangan di kasih makan nasi banyak banyak dulu biar gak mual, sopnya aja yang banyakin karna sudah di isi kentang sama mba mu."ucap mama Nadin dan di anggukin Diki,setelah itu Diki pun langsung mengambil semangkuk SOP dan sedikit nasi dan segelas air hanya setelah itu Diki langsung membawa ke kamar untuk Dian, sedangkan di kembar ia titipkan pada Mama Nadin.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1