
Sesuai ucapan Diki tadi, sehabis sarapan Diki, Dian, dan Kiara langsung menuju rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Dian dan juga suntik KB untuk Kiara. Saat sampai di rumah sakit mereka langsung masuk ke ruangan dokter kandungan karna Diki tadi pagi sebelum turun sarapan sudah menghubungi dokter kandungan yang dulu memeriksa Dian dan membuat janji akan datang pagi ini.
Di dalam ruangan Dian langsung di periksa dan langsung melakukan USG untuk mengetahui umur si janin.
"Selamat ya, ibu Dian bener hamil lagi dan ini sudah usianya lima Minggu, jadi mohon di jaga ya kandungannya karna masih rentan keguguran." ucap dokter perempuan itu.
"Baik dok,"saut Diki dan Dian berbarengan
"Apa ada keluhan misalnya mual atau apa gitu?" tanya dokter.
"Gak ada dok, untuk saat ini saya tidak merasakan mual, tapi nafsu makan saya naik drastis dok" akui Dian.
"Tidak masalah nafsu makan naik, itu malah bagus, cuma hindari makan buah nanas saja ya."ucap dokter itu.
"Kalo makan selai nanas boleh gak dok, soalnya saya lagi suka banget sama selai nanas" tanya Dian.
"Boleh tapi jangan banyak banyak ya, di atur saja tapi jangan sering." ucap dokter itu lagi.
"Baik dok saya mengerti " ucap Dian.
__ADS_1
"Masih ada lagi?" tanya dokter.
"Saya mau suntuk KB dok, sudah waktunya." ucap Kiara dan setelah itu giliran Kiara yang berbaring di ranjang untuk melakukan suntik KB.
.
Setelah selesai menebus vitamin untuk Dian, Diki pun membawa Dian ke supermarket untuk membeli susu ibu hamil dan juga Pampers untuk si kembar.
"Mba mau lihat buah dulu ya, mau cari mangga matang."ucap Kiara saat ketiganya sudah sampai di supermarket.
"Yang banyak mba, cari juga yang buat rujak."pinta Dian.
"Mas jangan banyak banyak belinya, nanti akunya bosen lihat banyak susu dengan satu rasa." ucap Dian saat melihat Diki begitu banyak memasukkan susu ibu hamil dengan rasa coklat.
"Ya udah, kalo gitu kita beli semua rasa yang ada gimana,masing masing dua kotak? tanya Diki antusias dan mengembalikan lagi kotak susu yang tadi dia ambil.
"Satu satu aja mas,nanti kalo habis beli lagi."ucap Dian tapi Diki tak mau mendengarkan ucapan Dian, Diki masih tetep memasukkan semua rasa dengan masing masing dua kotak besar.
Dian hanya bisa pasrah dengan apa yang Diki pilihkan untuknya, karna percuma protes gak di dengerin juga.
__ADS_1
Hampir dua jam ketiganya larut dengan pilihan belanja masing masing hingga handphone Diki berbunyi dari mama Nadin yang bilang si kembar rewel nyariin Dian akhirnya ketiganya menyudahi acar belanjanya dan memutuskan untuk pulang.
"Mas mau itu."ucap Dian saat di jalan melihat penjual bakso.
"Ya udah, tapi sambalnya jangan banyak banyak ya," ucap Diki dan membelokkan setir mobilnya di bahu jalan.
"Mba mau? biar Diki bungkus nanti kita makan dirumah " tawar Diki.
"Mau dik, tapi punya mba sambalnya banyak ya, lagi pingin yang pedes pedes nih."ucap Kiara semangat.
"Ya udah kalian berdua di mobil aja, biar Diki yang beli, ok.." Ucap Diki dan setelah itu keluar dari mobil menuju penjual bakso yang mangkal di samping jalan itu.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1