Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 108


__ADS_3

Setelah anak-anaknya sudah mulai tenang Diki pun menyerahkan kedua anaknya pada perawat yang khusus dia sewa untuk menjaga dan memastikan kedua anaknya.


setelah itu ia berpamitan kepada Mama Nadin untuk menjenguk Dian sebab hatinya masih berdebar.


Diki langsung masuk ke ruangan Dian dan melihat Dian belum sadarkan diri meski wajahnya sudah tidak pucat, dengan langkah pelan Diki mendekati ranjang Dian dan mencium kening Dian dengan sayang dan lama menyiratkan betapa rindunya dia terhadap Dian saat ini dan setelah itu Diki duduk di kursi sebelah kanan Dian.


"Kapan kamu bangun sayang mas sudah kangen banget sama kamu?, kamu tahu tadi anak-anak kita menangis hebat karena tadi pagi mas lupa berpamitan kepada mereka saat mas mau berangkat kerja, mereka marah sama mas tapi untungnya saat mas udah gendong mendengar suara emas mereka mau diam."ucap Diki memulai bercerita tentang anak-anaknya kepada Dian agar Dian tahu perkembangan anaknya meski Dian tak melihat tapi Diki yakin Dian mendengar.


"Sayang boleh mas nangis hati ini sungguh sakit sayang lihat kamu sudah seminggu lebih tidak bangun dan anak-anak selalu menangis saat mas jauh darinya, sampai kapan kamu siksa mas seperti ini sayang, mas kangen kamu, mas kangen suara kamu, masih kangen senyum kamu, mas kangen kamu"ucap Diki mengeluarkan unek uneknya dan menangis memeluk tubuh Dian berderai air mata sampai air mata Diki menetes membasahi wajah Dian dan tanpa Diki sadari saat air matanya mengenai wajah Dian saat itu juga Dian membuat matanya.


Padahal sebelum Diki sampai di ruangan Dian sebenernya Dian sudah sadar dan kebetulan pas Diki masuk keruangan Dian dan melihat Dian tidur di kira Diki Dian belum sadar dan Dian pun mendengarkan semua cerita Diki sampai unek-uneknya Dian tau dan langsung membuka matanya saat sadar Diki menangis memeluknya.


"Mas..." ucap Dian dan seketika Diki melepaskan pelukannya dan melihat Dian dengan mata terbuka dan tersenyum manis padanya

__ADS_1


"Ka...Kamu sudah sadar..?" tanya Diki dengan gugup dan langsung memeluk Dian erat sampai Dian kesusahan bernafas.


"Masa peluknya jangan kencang kencang aku susah nafas."ucap Dian dan seketika Diki melonggarkan pelukannya tapi tidak melepas pelukannya dari tubuh Dian.


"Mas kangen banget sama kamu." ucap Diki dan mencium seluruh wajah Dian.


"Aku juga kangen sama kamu mas." ucap Dian dan mengusap wajah Diki dengan sayang.


"Mas anak kita gimana?" tanya Dian.


"Mereka..?"tanya Dian bingung.


"Ya mereka, anak kita kembar sayang keduanya cowok."ucap Dicky dengan mata berbinar.

__ADS_1


"Kok bisa mas padahal waktu di USG kan cuma satu?"tanya Dian bingung antara percaya dan tidak mempunyai 2 anak sekaligus.


"Sebenarnya waktu kita USG terakhir dokter sudah curiga bahwa kamu hamil kembar tapi karena belum pasti makanya dokter tidak memberitahu kita bawa kamu hamil kembar."jawab Diki menjelaskan apa yang ia dengar dari dokter.


"Mereka sekarang di mana mas aku mau ketemu sama mereka?"tanya Dian antusias.


"Mereka masih di ruang NICU karena mereka lahir prematur makanya sekarang masih dalam perawatan inkubator dan hanya bisa dijenguk atau digendong sesekali saja saat kedua bayi itu menangis selebihnya kita hanya bisa melihat dari luar saja sayang."ucap Diki.


Mendengar ucapan Diki membuat diam sedih dan merasa bersalah andai saja dia tidak ceroboh pasti anaknya akan lahir secara normal.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


Hayo.... yang minta Dian sadar sudah othor buat ya, dan di jamin kisah ini beda dari yang lain ok....


__ADS_2