
Setelah selesai makan malam bersama, Dika,Kiara dan Lina pulang, sedangkan kedua anak kembar laki lakinya menemani Diki di rumah sakit, namun kedua remaja laki laki itu keluar sebentar mau cari angin berbarengan dengan orang tuanya pulang karna ingin memberi waktu pasangan suami istri itu bicara secara ada hal penting yang ingin Diki bicarakan dengan Dian.
"Minum obat dulu ya sayang, setelah itu baru istirahat." ucap Diki lembut.
"Iya mas," jawab Dian patuh.
Diki mengambilkan obat yang harus di minum Dian dan segelas air setelah itu membantu Dian membantunya minum obat dan setelah itu Diki ingin menuntun Dian ke ranjang namun di tolak Dian karna masih ingin duduk di sofa.
"Di kasur aja sayang biar bisa sambil rebahan dan kakinya gak dingin." ajak Diki
"Bentar mas, Dian masih mau disini lagian tadi mas bilang mau bicara sama Dian." ucap Dian.
"Ya udah kalo gitu." jawab Diki mengiyakan mau Dian agar Dian nyaman dan tenang.
__ADS_1
"Sayang, hari ini kita kehilangan putri kita, dan seharusnya malam ini kita mengadakan tahlilan tapi karna kondisi kamu yang tidak memungkinkan makan dari itu mas dan juga papa mama akan mengadakan tahlilan besok, dan untuk malam ini mama dan papa serta para pekerja di rumah saja yang mengadakan tahlilan untuk mendoakan putri kita, dan besok mas akan minta pada dokter untuk mengijinkan kamu di rawat di rumah saja agar kita bisa mendoakan anak kita bersama saat malam tahlilan nanti." ucap Diki.
"Dan mas juga berharap kamu melapangkan hati kamu untuk mengikhlaskan putri kecil kita agar putri kita tenang di alam sana, mas tau ini berat, tapi kita harus hadapi bersama ujian ini agar kedepannya kita bisa menjadi yang lebih baik dari sekarang." lanjut Dian lagi.
Dian hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya sambil berderai air mata karna Dian baru tau kalo anaknya yang pergi itu adalah perempuan dan anak perempuan adalah anak yang selama ini Dian tunggu dan berharap kalo anak yang dia kandung itu perempuan.
"Jadi anak kita perempuan mas? mas beri nama siapa?" tanya Dian lirih.
"Iya sayang, anak kita perempuan dan mas memberi nama Ayu Putri Wijaya, dan ini foto anak kita sayang." ucap Diki dan memberikan handphonenya yang memperlihatkan gambar putrinya pada Dian.
"Maafin bunda sayang,bunda tidak bisa jaga kamu dengan baik."ucap Dian sambil mengusap gambar putrinya di handphone Diki dengan berderai air mata
Melihat istrinya yang menangis melihat gambar putrinya Diki pun tak bisa membendung air matanya karna merasa kesedihan yang mendalam dan setelah itu menarik Dian ke dalam pelukannya menangani bersama untuk sesaat untuk meluapkan rasa di hatinya.
__ADS_1
Setelah sekian menit hampir satu jam Dian menangis dalam pelukannya, Diki pun melepaskan pelukannya dan menatap mata istrinya yang sangat terlihat terluka dan juga kesedihan dan setelah itu Diki mulai berbicara.
"Sudah sayang, ikhlasin ya, kita harus kuat, kita harus ikhlas, cukup kita menangisinya agar putri kita tenang di dalam sana, udah ya sayang nangisnya."ucap Diki lembut mengusap air mata Dian.
"Maafin Dian ya mas, Dian yang salah karna gak bisa jaga putri kita."ucap Dian semakin merasa bersalah.
"Sudah sayang, ini sudah takdir kita belum dikasih memiliki putri, insyaallah jika Alloh sudah berkehendak nanti di kasih kita memiliki seorang putri." ucap Diki lembut.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....