Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 143


__ADS_3

Sudah lebih dari 3 jam berlalu namun lampu ruang operasi belum juga padam yang menandakan bahwa operasi masih berjalan dan sungguh membuat hati Diki duduk sangat menyayangi dia sama mencintai dia dan dikit pun juga sangat takut kehilangan Dian Diki tidak tahu kenapa hatinya sangat sakit seharian ini berharap dan juga berdoa semoga dia bisa menjalani semua ini karena lagi benar-benar takut kehilangan Dian.


waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 sore namun Diki sama sekali tidak merasakan lapar tidak merasakan haus karena saat ini pikirannya benar-benar sedang kacau terbagi menjadi tiga antara istri dan kedua anak kembarnya yang juga sedang berbaring lemah di ruang perawatan.


ingin rasanya Diki berteriak untuk mengeluarkan rasa sesak di dadanya namun ia tak bisa melakukan itu karena saat ini dia sedang berada di depan ruang operasi menunggu dia yang lagi berjuang antara hidup dan mati.


Mama Nadin yang dari tadi menemani Diki menunggu di depan ruang operasi melihat dengan jelas keterpurukan yang saat ini Diki alami sungguh Mama Nadin tak tega melihat keadaan Diki yang lagi rapuh dan hancur Mama Nadin hanya bisa memberikan pelukan hangat dan juga usapan lembut untuk memenangkan hati dan mama Nadin tak henti-hentinya memanjatkan doa untuk kesembuhan kedua cucunya serta menantunya agar diberikan kesehatan diberikan umur yang panjang sakit yang dialaminya diangkat oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

__ADS_1


ibu Dian yang juga berada di sebelah Diki hanya bisa menangis dan memanjatkan doa untuk Dian agar bisa melewati semua ini dan beliau pun juga merasa kasihan kepada Diki karena mendapatkan cobaan yang begitu berat.


sedangkan Dina adik Dian sedang berada di ruang rawat kasih kembar F yang di sana juga terdapat Kiara dan Lina menunggu si kembar sadar karena dari tadi si kembar belum sadarkan diri meski kondisinya sudah stabil.


setengah jam berlalu akhirnya lampu ruang operasi pun padam dan tak lama dokter yang menangani Dian pun keluar langsung disambut Diki dan memberikan pertanyaan tentang keadaan diam namun dokter itu hanya bisa menghilang nafas panjang dan bila kalau saat ini keadaan dia masih dalam kondisi kritis meski operasi yang dilakukan itu berhasil namun kondisi Dian saat ini sedang dalam keadaan kritis dan harus segera dibawa ke ruang ICU untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.


setelah selesai berbicara dengan Diki dokter pun langsung berjalan lebih dulu karena di belakang dokter sudah ada Dian di atas bunker yang didorong suster menuju ruang ICU Diki tanpa berkata apapun pada semua orang yang ada di sana langsung bergegas pergi menuju mushola untuk berdoa dan mengeluarkan semua isi hatinya agar hatinya lega karena cuma pada Allah Diki bisa mengutarakan apa isi hatinya lewat doa dan meminta kepada yang maha kuasa untuk menyembuhkan belahan jiwanya saat ini sedang dalam kondisi kritis dan tanpa sepengetahuan Diki kalau ternyata Dika sedari tadi mengikuti kemanapun Diki pergi karena Dika pun dulu pernah merasakan apa yang Diki rasakan maka dari itu Dika tak pernah membiarkan adiknya itu sendirian.

__ADS_1


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2