Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 38


__ADS_3

Keesokan paginya, Diki sangat semangat menyambut pagi kali ini karna mulai hari ink Dian akan bekerja di apartemennya, bahkan tingkah Diki yang nampak lebih cerah dari biasanya membuat papa Juna dan mama Nadin senang melihat perubahan Diki yang semakin membaik, mama Nadin berpikir jika Diki sudah bisa melupakan mantan istrinya dan siap membuka hati lagi buat perempuan baru.


"Nak, apa nanti malam bisa temenin mama ketemu temen mama?" tanya mama Nadin pada Diki.


"Kemana ma? emang papa kemana sampe mama minta di tani aku?" tanya Diki penasaran karna tak biasanya mamanya memintanya di temani.


"Papa juga ikut, bahkan kakak dan mba mu juga ikut, ini adalah pertemuan keluarga sayang." ucap mama Nadin


"Baik lah mah, jam berapa?" tanya Diki yang mau mengikuti kemauan mamanya.


"Jam tujuh sayang, kamu pulang tepat ya agar kita bisa sama sama berangkatnya." ucap mama Nadin.


"Iya mah, kalo gitu Diki berangkat dulu ya." ucap Diki bangun dari duduknya.

__ADS_1


"Kok pagi banget, kan baru jam tujuh, mau meeting pagi nak?" tanya mama Nadin karna baru sekarang Diki berangkat pagi, biasanya Diki selalu berangkat jam delapan tanpa ada alsan apa pun.


"Mau mampir ke apartemen dulu ma, ada yang mau datang buat kerja di apartemen buat bersih bersih mulai pagi ini kerja disana." jawab Diki jujur.


"Kenapa tidak pake pelayan dari sini aja nak, kan tinggal kamu tunjuk aja mau yang mana." jawab papa Juna.


"Dia lagi butuh uang buat keluarganya pah, dia tulang punggung keluarga, lagian Diki tau orangnya, baik kok orangnya." jawab Diki menjelaskan karna tak ingin menutupi apa pun dari keluarga belajar dari pengalaman yang dulu.


"Ya sudah kalo kamu sudah tau orangnya, nanti kapan kapan mama kesana buat lihat orang yang kamu maksud." ucap mama Nadin mendukung keputusan Diki.


"Pah, kayaknya itu calon menantu kita deh." ucap mama Nadin yang melihat perubahan Diki saat membicarakan perempuan yang di maksud Diki.


"Kenapa mama bisa bilang gitu?" tanya papa Juna.

__ADS_1


"Karna mama lihat Diki bersemangat banget saat membicarakan perempuan itu, dan mama juga lihat pancar mata cinta dari mata Diki tadi, dan mama berharap kalo perempuan pilihan Diki ini tepat." ucap mama Nadin.


"Nanti papa minta Rey buat cari tahu siapa perempuan yang di bawa Diki ke apartemen." putus papa Juan karna tak mau Diki salah dalam memilih lagi.


"Tidak usah pah, Rey udah kasih tau Dika kalo perempuan itu orang baik, bahkan Diki pernah menyelamatkan perempuan itu saat perempuan itu hampir di jual dan di perkosa oleh laki laki yang membelinya dari perempuan yang dia pinjamin uang buat pengobatan adiknya." ucap Dika


"Maksudnya gimana Dik, coba jelaskan secara detail biar papa ngerti." ucap papa Juna, dan Dika pun menjelaskan dari awal Diki ketemu Dian dan semuanya bahkan tentang surat perjanjian yang Diki bikin pun Dika juga kasih tau, dan juga tentang perasaan Diki pada Dian yang dimana Diki sudah mencintai Dian dan surat perjanjian hanya kedok saja agar Dian berada di genggamannya dan tidak bertemu dengan laki laki lain di belakangnya.


Mama Nadin dan papa Juna yang mendengar penuturan Dika langsung tepuk jidat dengan kelakuan Diki yang posesif banget sampe mengurung Dian dengan alasan pelayan di apartemennya. sungguh papa Juna tak menyangka jika Diki akan berubah jadi posesif setelah di khianati Clarisa karna kebebasan yang Diki berikan full.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2