Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 93


__ADS_3

"Sayang mas bukan mau nasi atau teman temannya, tapi mas mau makan kamu." ucap Diki dengan kerlingan mata genitnya menggoda Dian dan langsung menarik Dian masuk dalam kamar setelah itu terjadilah apa yang di ingin kan Diki karna Dian tak sempat untuk protes sudah lebih dulu di serang ganas oleh Diki.


Setelah selesai dengan urusannya dengan Dian, Diki berjalan ke kamar mandi dengan te lan jang bulat, sedangkan Dian, dia sudah terbang ke alam mimpi setelah di buat kelelahan melayani nafsu Diki yang tak pernah ada puasnya itu selama hampir dua jam membuat badannya remuk.


Setelah selesai bersih bersih dan berganti pakaian , Diki berjalan menuju ranjang untuk menyusul istrinya ke alam mimpi, dan akhirnya ia pun terlelap karna rasa kantuk yang menyerangnya setelah ia memeluk tubuh Dian.




Tak terasa tiga bulan berlalu, hubungan Dian dan Diki berjalan sangat harmonis, tak pernah ada perselisihan dalam hubungannya , yang ada hanya romantis dan mesra karna Diki sangat memanjakan Dian dengan berlimpahan kasih sayang, begitu juga dengan keluarga Wijaya yang juga sangat menyayangi Dian dan tak pernah membeda bedakan antara Dian dan Kiara yang lebih dulu menjadi menantu keluarga Wijaya.



Pagi ini entah mengapa Dian sangat ingin makan ayam betutu makanan khas Bali itu sehingga ia pun bilang sama Diki yang kebetulan baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.



Dian terus memperhatikan Diki yang memakai pakaiannya sampe membuat Diki heran karnatak biasanya Dian seperti itu, paling juga Dian akan keluar lebih dulu karna malu melihat Diki berganti pakaian,


dan di perhatikan seperti itu membuat Diki penasaran dan langsung bertanya padanya



"Ada apa sayang, kok lihatin mas kaya gitu hem..?"tanya Diki menatap Dian lembut penuh cinta,


__ADS_1


"Mm... Mas aku mau makan ayam betutu boleh gak?' tanya Dian malu malu dan menundukkan kepalanya.



"Boleh sayang, nanati mas bilang pada bibik untuk buatin kamu ayam betutu ya,," ucap Diki lembut.



"Gak mau mas, aku maunya mas yang buat.."cicit Dian lirih.



"Apa sayang,," tanya Diki kaget dan sedikit menaikkan nada bicaranya seketika membuat Dian cemberut.



"Mas gak mau buatin buat aku..?" tanya Dian dan setelah itu air matanya mengalir deras di pipinya sampe membuat Diki kaget karna tumben tumbenan Dian menangis.




"Kamu mau di buatin kapan? jangan sekarang ya, pagi ini mas ada rapat penting, nanti habis rapat mas pulang masakin kamu gimana?" ucap Diki lembut



"Iya mas, terserah mas aja, yang penting mas yang buat."ucap dian mengerti kesibukan Diki.

__ADS_1



"Ya udah kita turun yuk sarapan , bentar lagi Tomi jemput mas." ajak Diki dan di jawab anggukan oleh Dian dan keduanya pun keluar dari kamar mnenuju meja makan untuk sarapan karna semuanya sudah menunggu di sana.



Setelah sampe di meja makan semuanya di buat kaget dengan kedatangan Dian yang datang dengan wajah sembab dan masih ada bekas air mata di pinggir matanya.



"Diki kamu apakan mantu mamah?" tanay mama Nadin dengan mata tajam menatap Diki.



.



.



Bersambung...



Hay.... kakak kakak kisah Tomi sudah liris ya.. mampir ya kakak kakak tercinta..

__ADS_1



![](contribute/fiction/4130548/markdown/10168860/1651582381014.jpg)


__ADS_2