Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 52


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat tak terasa Dian sudah bekerja dengan Diki sudah hampir tiga bulan, dan selama itu pula Dian belum juga memberikan jawabannya pada Diki meski sikap dan perhatian yang Dian berikan sudah selayaknya orang pacaran namun untuk mengungkapkan Dian masih belum berani karna masih berpikir tentang restu dari keluarga Diki.


Diki sebenarnya sudah sangat ingin mengikat Dian dengan tali pernikahan namun karna tak kunjung mendapatkan jawaban dari Dian membuat Diki harus terus bersabar meski perhatian dan juga cara Dian memperlakukannya sudah seperti kekasih karna tak jarang Dian akan marah atau ngambek jika saat jalan Diki tak sengaja di sapa atau bertemu teman perempuannya maka Dian pasti akan cemburu dan mendiami Diki semalaman.


"Dian bisa minta tolong siapkan baju mas untuk beberapa hari dan juga semua perlengkapannya ya, soalnya mas mau ke luar negeri besok untuk beberapa hari." ucap Diki saat keduanya baru saja menghabiskan makan malamnya.


"Kok dadakan gini mas?" tanya Dian.


"Iya, soalnya mas lupa berangkat besok mas kira Minggu depan. Maaf ya baru bilang janji deh gak akan lama." ucap Diki dengan tatapan bersalah.

__ADS_1


"Berapa lama mas?" tanya Dian biasa aja padahal dalam hatinya sangat sedih akan di tinggal Diki untuk waktu yang lama, di tinggal tidur di rumah utama semalam saja Dian sudah kangen apa lagi ini luar negri.


"Paling lama seminggu, tapi mas akan usahain ceper karna mas gak kuat lama lama nahan rindu sama kamu." ucap Diki dan seketika membuat pipi Dian merah meski hatinya masih sedih.


"Ya udah habis ini Dian siapkan, mas mau di buatkan teh apa kopi?" tanya Dian karna sudah biasa jika malam Diki pasti akan minta minuman anget sehabis makan malam.


"Kopi aja, langsung bawa ke ruang kerja mas ya, mas mau nyiapin berkas untuk mas bawa besok." ucap Diki dan beranjak dari ruang makan langsung menuju ruang kerjanya.


Dian pun dengan lesu berjalan ke kamar Diki dan menyiapkan keperluan Diki selama seminggu di luar negri di pun memeluk pakaian Diki dengan sedih dan dengan mata berkaca kaca entah mengapa hatinya jadi gelisah bahkan sangat gelisah.

__ADS_1


.


Sedangkan di ruang kerja Diki, Diki termenung mengingat obrolannya dengan Dika, Rey dan Tomi di ruangannya siang tadi,


"Apa gue ikutin saja ya saran kak Rey, tapi gue gak tega lihat muka sedihnya kaya tadi, gugur gue sangat menginginkan kamu Dian, tapi kenapa kamu gak pernah ngertiin perasaan aku yang sudah sangat ingin memiliki kamu seutuhnya agar kamu gak bisa lepas dari ku." ucap Diki gusar.


"Tapi kalo gue gak ikutin bagai mana bisa gue tau seberapa berartinya gue buat dia, tapi kalo dia gak kangen gue gimana?" tanya Diki lagi pada dirinya sendri karna dia hanya sendirian di ruangan itu semakin gusar Diki membayangkan jika Dian tak merindukannya.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2