Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 87


__ADS_3

Rasanya baru saja Dian memejamkan matanya tapi Dian sudah di ganggu lagi dengan kegiatan Diki yang mulai memainkan buah da da nya karna Diki tak mampu meredakan naf su nya yang sangat mem bara sehingga ia tak bisa memejamkan matanya dan kembali lagi menye rang Dian walau Dian baru saja terlelap dalam tidurnya.


"Ssssss" desis Dian dalam tidurnya dan dengan terpaksa membuka lagi matanya saat rasa nik mat yang Diki berikan membuat ia lupa akan kantuknya.


"Mas...."de sah Dian lagi dan langsung saja Diki kembali memulai apa yang ia inginkan sampe keduanya tiba di ujung pele pasan dan Diki memeluk erat Dian saat rasa itu tiba.


"Lagi..?" tanya dian dangan semangat Diki menganggukkan kepalanya dan memulai lagi kegiatan itu sampe tenaganya habis terkuras.


Hampir menjelang subuh keduanya baru selesai dengan kegiatannya dan langsung membersihkan diri karna sebentar lagi waktu solat subuh. Setelah selesai melakukan solat subuh berjamaah keduanya langsung tidur setelah merapikan kembali alat sholatnya dengan saling memeluk karna sudah sangat lelah sekali, apa lagi Dian yang tubuhnya bagai remuk karna diki bagaikan tak pernah ada puasnya melakukan itu.


Pukul sebelas siang dian baru membuka matanya karna terasa sangat gerah sebab pelukan Diki di tubuhnya sangat erat karna ac yang ada di kamar itu sengaja Dian minta matikan selepas solat subuh tadi pagi karna Dian kedinginan sehabis keramas pagi itu.


"Astaga sudah siang banget.." ucap dian sambil menutup mulutnya karna kaget bangun sesiang ini.

__ADS_1


"Mas.... Bangun mas ini udah siang banget."ucap Dian membangunkan Diki dengan menggoyang goyangkan lengan Diki yang melingkar di perutnya.


"Kenapa sayang..?" tanya Diki dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Mas.., bangun ini udah siang banget, lihat deh udah jam sebelas aku malu mas sama yang lain." cicit Dian.


"Gak apa sayang, mereka pasti ngerti kan kita pengantin baru, jadi wajar donk kalo bagun siang, apa lagi mas baru pulang dari luar negri mereka pasti ngerti sayang." ucap Diki mencoba menenangkan Dian.


"Mas..." ucap Dian malu dan mencubit perut Diki dan membuat Diki terbahak bahak.


Setelah selesai sarapan sekaligus makan siang itu, Diki mengajak Dian duduk di taman belakang rumahnya menikmati waktu berdua dan bercanda tawa karna kebetulan rumah sedang kosong tidak tau pada kemana perginya.


Saat sedang asik bermesraan tiba tiba handphone di saku celana Diki berdering dan tertera nama Tomi disana.

__ADS_1


"Halo..." ucap Diki dan seketika wajah Diki berubah datar saat mendengar ucapan Tomi di sebrang sana.


" Lo dimana? biar gue yang jemput lo kesana?" tanya Diki cemas.


"Lo tungguin gue, jangan kemana mana," ucap Diki dan setelah itu ia mematikan sambungan telponnya dengan Tomi dan sekarang Diki menghubungi nomor ketiga ponakannya itu dan menyuruh mereka cepat pulang untuk menemani Dian di karna ia akan segera pergi. Dan tak lama datang lah ketiga Angel itu karna memang posisinya sudah arah pulang dan Diki pupn langsung pamit pada Dian untuk karna ada urusan di luar dengan Tomi. Dian pun mengijinkan tanpa bertanya karna tadi Dian sudah melihat secara langsung perubahan wajah Diki saat menerima telpon dari Tomi barusan yang ter lihat sangat serius.


.


.


Bersambung.....


Ada apa ya sama bang Tomi...? jadi penasaran aja...

__ADS_1


__ADS_2