Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 189


__ADS_3

setelah selesai melakukan salat subuh bersama, keempat laki-laki dewasa itu kini tengah melakukan sarapan bersama di meja makan namun hanya Dicky yang terlihat lesu dan juga tidak bersemangat hingga membuat para kakaknya keheranan karena tak biasanya Dicky seperti itu.


"kamu kenapa dek tumben dari bangun tidur wajah kamu muram begitu?"tanya Dika pada adiknya.


"huuuh....." Dicky menghela nafas panjang sebelum ia mulai berbicara.


"semalam aku bermimpi tapi rasanya seperti kenyataan karena di dalam mimpi itu dia mengirimkan foto tespek positif hamil dan jujur gue sangat bahagia saat melihat foto tespek itu dan langsung hubungi Dian dan Dian pun bilang kalau dia tuh beneran hamil dan akan pergi nanti siang ke dokter kandungan sama Mbak Kiara namun saat subuh tadi kakak bangunin gue kan gue langsung tuh telepon dia nanyain apa dia udah bangun apa dia mual tapi jawaban yang Dian berikan membuat hie kaget kak ternyata apa yang gue alami semalam itu hanya mimpi. dan gue baru ingat kalau dia tidak bisa hamil lagi karena rahimnya sudah diangkat sungguh gue sok denger ucapan Dian tapi gue merasa bersalah karena secara tidak langsung gue udah nyakitin hati Dian dengan menanyakan kalau dia mual apa nggak pagi ini. pikiran gue sekarang benar-benar kacau"ucap Dicky menjelaskan apa yang dia rasakan.

__ADS_1


"lu yang sabar aja. lagian lu kan udah punya dua jagoan dan gue yakin Dian pasti ngerti kok dan tidak merasa tersinggung dengan pertanyaan lu pagi tadi karena Dian pasti akan berpikir kalau lo itu cuma mimpi karena sangat menginginkan di rumah tangga lu memiliki banyak anak."ucap Dika menenangkan adiknya yang tengah dilanda kegalauan.


"Dian juga tadi bilang seperti itu tapi guenya yang gak enak sama Dian dan gua takut Dian berpikir kalau gue sangat menginginkan di rumah tangga gue banyak anak. meskipun dari dalam lubuk hati gue yang paling dalam gue sangat menginginkan rumah tangga gue memiliki banyak anak tapi gue nggak apa kalau dia tidak bisa hamil lagi karena si kembar sudah cukup buat gue dan gue takut Dian berpikir kalau gue akan poligami hanya untuk mendapatkan keturunan lagi."ucap Dicky mengeluarkan semua unek-unek yang ia rasakan pada kakak-kakaknya.


"pikiran lu terlalu jauh nggak mungkin lah Dian berpikir seperti itu karena Dian sudah mengenal elu keluar dalam dan Dian pun juga tahu kalau elo orangnya setia tidak pernah mendua apalagi untuk poligami itu adalah sesuatu yang mustahil. jadi sebaiknya lu tenangkan diri lo dari pikiran-pikiran negatif lo itu kalau lu udah merasa tenang lo hubungi lagi Dian dan jelaskan tentang mimpi lo itu pada Dian dan juga lu pertegas pada Dian kalau elo tidak akan pernah menduakannya agar hati elu dan juga hati Dian itu tenang karena komunikasi di saat kita lagi ldr-an seperti ini sangatlah penting agar tidak terjadi kesalahpahaman oke.."cap Dika menasehati adiknya.


"nggak kak gue nggak pulang. gue mau telepon aja kan gue akan bicarakan semua baik-baik agar tidak terjadi kesalahpahaman." putus Dicky.

__ADS_1


.


.


.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2