Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 89


__ADS_3

HIngga sampe sore Diki terus menemani Tomi yang masih saja diam saja saat di ajak bicara, Diki sangat apa yang di rasakan Tomi saat ini karna dia lebih dulu mengalami yang namanya patah hati, makanya Diki terus menemani Tomi yang menikmati sakit hatinya saat ini.


Baru saja keduanya melihat matahari tenggelam handphone Diki berdering dengan segera Diki mengambil handphone nya yang ternyata panggilan dari Dian, dengan segera Diki menerima panggilan itu karna Diki sudah sangat merindukan istrinya itu, [ maklum lah pengantin baru yang baru habis belah duren pengen nempel melulu ].


"Ya sayang.." ucap Diki


"Lagi dimana mas? mau makan malam di rumah gak." tanya Dian di sebrang sama yang lagi masak.


"Kayaknya gak deh yank, mas masih ada urusan di luar, paling pulangnya malam, kamu dan yang lain makan berempat dulu gak papa kan yank?." jawab sekaligus tanya Diki.


"Gak papa kok mas, ya udah mas aku lanjut masak dulu ya, mas jangan lupa makan ya," jawab dian.


"Iya sayang, ya udah udah dulu ya sayang mas jalan dulu ya, dah sayang..."Ucap Diki dan setelah itu diki langsung mematikan sambungan telponnya setelah melihat Tomi berjalan lebih dulu menuju jalan raya.


Tanpa pikir panjang Diki langsung berlari mengejar Tomi karna tak ingin terjadi sesuatu pada Tomi yang sedang dalam ke adaan tidak baik itu. Dan benar saja Tomi hampir saja tertabrak jika Diki tak datang tepat waktu menarik tangan Tomi ke pinggir jalan raya yang sedang rame itu.

__ADS_1


"Lo apa apa sih Tom..?" ucap Diki kesal setelah berhasil menarik Tomi ke pinggir jalan raya.


"Patah hati gak gini juga kali sampe mau bunuh diri segala, kaya di dunia ini hanay ada dia saja perempuan." ucap Diki kesal dengan perbuatan Tomi itu.


"Gue gak sengaja, tadi gue lihat gak ada motor makanya gue nyebrang gitu aja." ucap Tomi lirih karna merasa dirinya salah.


Diki menghembuskan nafas kasar karna mendengar jawaban Tomi yang lirih,


"ya udah lo mau kemana?" tanya Diki


"Gue mau ke restoran itu, perut gue laper belum makan dari siang, cuma sarapan doang tadi pagi." ucap Tomi sambil menunjuk restoran yang ada di sebrang jalan.


Keduanya duduk di meja dekat jalan raya karna cuma meja itu yang kosong, Diki terus memanggil pelayan dan memesan makanan dan juga minuman dan tak lama makanan yang ia pesan pun datang, saat keduanya sedang asik makan datang seorang perempuan mendekati meja mereka dan berdiri disamping Tomi.


"Maaf, boleh saya ikut gabung makan dengan kalian? saya tidak dapat meja semuanya penuh tidak ada yang kosong." ucap perempuan itu.

__ADS_1


Tomi dan Diki saling lihat sebelum menjawab dan melihat sekeliling mereka dan memeng bener sudah tidak ada meja kosong lagi bahkan cuma mejanya yang terisi dua orang meja yang lain terlihat penuh semua.


"Silahkan.." ucap Diki datar.


Perempuan itu pun duduk di antara Diki dan Tomi dan langsung memanggil pelayan memesan makanan yang ia mau setelah itu ia memperkenalkan diri pada Diki dan Tomi.


"Kenalin, saya Zaskia, panggil Kia." ucap Kia memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya kedepan.


"Saya Diki.." ucap Diki datar menerima uluran tangan perempuan itu tapi cuma sesaat sebagau bentuk menghargai saja.


"Saya Tomi." ucap Tomi dan juga menerima uluran tangan perempuan itu.


DEG.......


.

__ADS_1


.


Bersambung.......


__ADS_2