Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 94


__ADS_3

"Diki tidak apa apain mantu mamah, Dian tadi minta Diki masak ayam betutu mah, tapi gak bisa sekarang karna Diki pagi ini ada rapat penting, nanti habis rapat Diki akan pulang buat masakin ayam betutu itu" ucap Diki menjelaskan.


"Kamu mau makan ayam betutu sayang? mamah masakin ya?" tawar mama Nadin karna tau anaknya tidak masak makanan yang berat seperti itu.


"Dian maunya mas Diki yang masak mah" cicit Dian lirih.


"Emang kamu bisa masak ayam betutu Dik?" tanya Dika


"Buat Dian apa pun akan Diki lakukan kak, jangan di suruh buat, di suruh beli langsung ke tempat asalnya langsung juga bakal Diki lakuin kak." jawab Diki dan semakin membuat Dian meleleh.


"Bagus..." ucap papa Juna mengacungi jempol Buat Diki yang persis seperti dirinya waktu masih muda.


" Yuk yank sarapan, bentar lagi Tomi jemput mas." ucap Diki dan langsung mengambilkan Dian makanan tanpa malu karna Diki tau suasana hati Dian lagi tidak bagus hari ini.


Setelah selesai sarapan, tak lama Tomi pun datang menjemputnya dan ia langsung berangkat ke kantor karna waktu sudah mepet banget.


Di rumah mama Nadin mengajak kedua mantunya untuk membuat kue kering yang entah mengapa mama Nadin sangat ingin memakan keu nastar.

__ADS_1


Sambil membuat adonan kue nastar, mama nadin mulai bertanya pada Dian yang sedari tadi diam saja,


"Nak ada apa?" Tanya mama Nadin menatap Dian lembut.


"Dian gak tau mah," jawab Dian lirih.


"Kenapa? apa Diki ada berbuat kasar atau sakitin kamu?" taya mama Nadin lagi.


"Enggak mah, mas Diki gak pernah berbuat seperti yang mama tanyakan itu, Dian juga gak kenapa Dian sedih aja lihat mas Diki pergi, pingin lihat mas Diki terus." ucap Dian sambil berderai air mata.


"Nak apa kamu telat datang bulan?" tanya mama Nadin.


Deg...


"Dian gak tau mah, soalnya jadwal Dian datang bulan gak teratur mah." jawab Dian


"Ya udah yuk cek, mba punya banyak testpack," ajak Kiara dan menggandeng tangan Dian menuju kamarnya untuk mengambil alat tes itu dan langsung menyuruh Dian cek disana langsung dan di ikuti mama Nadin dengan antusias karna sebentar lagi ia akan punya cucu lagi.

__ADS_1


Setelah mengikuti apa yang Kiara ucapkan dan melakukannya di kamar mandi Kiara, dengan tangan bergetar Dian mengambil alat itu yang masih berada di tempat penampungan urinnya itu, mata Dian langsung melebar setelah melihat dua garis merah terlihat jelas depan matanya itu.


Dengan berderai air mata Dian keluar dari kamar mandi yang sudah di tunggu Kiara dan mama Nadin langsung saja Dian mendekati mama Nadin dan menangis menyerahkan hasilnya.


"Selamat sayang, kamu positif hamil." ucap mama Nadin bahagia sampe mama Nadin menangis haru dan langsung memeluk Dian berbarengan dengan Kiara yang juga nampak bahagia.


"Selamat Dian, sebentar lagi kamu akan jadi mama muda," ucap Kiara setelah melepas pelukannya dari Dian.


"Mah, berarti permintaan Dian tadi yang meminta Diki buat masak ayam betutu itu ngidam deh mah," ucap Kiara yang ingat kenapa Dian tadi sampe menangis gara gara ingin makan ayam betutu buatan Diki.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2