Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 161


__ADS_3

dengan perasaan was-was dan khawatir Dicky berusaha terlihat tenang karena kini kedua buah hatinya ikut masuk ke dalam ruang ICU untuk melihat keadaan Dian karena kedua buah hatinya pun juga sama merasakan apa yang Diki rasakan saat ini. rasa khawatir dan takut kehilangan menyelimuti hati Dicky saat ini sebab sudah 6 jam berlalu dia belum juga memberikan tanda-tanda untuk sadar.


"ayah bunda kok nggak bangun bangun ya, apa gak bosan bunda bobok terus?" tanya Fazal pada Diki yang sedari tak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Dian.


"badan bunda masih lemas sayang jadinya bunda butuh istirahat yang lama agar nanti bunda tidak sakit-sakit lagi sayang" ucap Diki menenangkan buah hatinya.


"nanti kalau bunda sudah bangun dan sudah bisa pulang ke rumah lagi Fadhel nggak mau diantar bunda lagi."ucap Fadhel tiba-tiba tidak ingin diantar bundanya ke sekolah biasanya dia yang selalu minta agar Dian mengantar dan menemaninya di sekolah.


"kenapa begitu nak?"tanya Dicky heran.

__ADS_1


"karena Fadhel nggak mau lihat bunda kesakitan seperti ini lagi gara-gara antar Fadhel sekolah, nggak papa nanti Fadhel dan Fazal berangkat sekolah diantar ayah atau sopir aja biar bunda di rumah aja tungguin Fadhel dan Fazal pulang sekolah dan menemani di rumah aja."ucap Fadhel yang mampu menggetarkan hati Dicky.


"iya sayang nanti bunda biar di rumah aja tungguin kalian pulang sekolah ya dan kalian harus janji harus bisa lebih mandiri kedepannya lagi karena mungkin nanti di saat bunda bangun bunda tidak tidak bisa melakukan aktivitas seperti sebelumnya, seperti menggendong kalian, menjadi kuda buat kalian di saat kalian bermain karena perut bunda sakit dan butuh waktu lama untuk bunda sembuh."hijab Dicky memberi pengertian kepada kedua buah hatinya itu.


"iya ayah, kami janji tidak akan merepotkan bunda lagi dan kami juga janji akan belajar mandiri agar bunda nggak sakit sakit lagi."ucap keduanya berbarengan dan seketika Dicky langsung memeluk kedua buah hatinya itu karena kedua buah hatinya adalah sumber kekuatan buat Diki saat ini dan juga penghibur di saat perasaan Dicky lagi campur aduk menunggu kepastian Dian yang sadar.


"sayang kamu sudah bangun?" tanya Dicky saat melihat dia sudah sadar dan derai air mata.


"kamu kenapa nangis sayang? apa ada yang sakit? kalau gitu mas panggil dokter dulu ya sebentar." ucap Dicky khawatir sambil mengusap air mata di pipi Dian dan setelah itu ia ingin berbalik badan untuk memanggil dokter tapi tertahan karna tangannya di genggam Dian.

__ADS_1


"aku hanya terharu mas mendengar pembicaraan kalian yang ternyata sangat menyayangiku membuat aku merasa bahagia dan aku jadi semakin yakin bahwa apa yang kamu pilihkan buat aku untuk mengangkat rahim aku ternyata itu nggak salah. disayang dan dicintai oleh kalian adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku."ucap Dian sambil menatap mata Dicky yang penuh dengan pancaran cinta terhadapnya membuatnya semakin jatuh cinta terhadap Dicky setiap harinya.


.


.


Bersambung ....


Hay... mampir di karya baru othor ya, ini kisah tentang Tomi. dan Tomi punya dua session ya, season 1 berjudul TULUS dan yang season kedua judulnya MENGEJAR CINTAMU. jangan lupa mampir ya kakak-kakak semuanya makasih....

__ADS_1


__ADS_2