Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 74


__ADS_3

Tak terasa sudah seminggu Diki pergi ke luar negri meski Dian tinggal di rumah utama yang begitu ramai dengan anak anak Kiara dan Dika tapi Dian tetep saja meras sepi, Diki memang masih tetap meluangkan waktu disela sela waktu sibuknya dengan segudang pekerjaan yang tidak ad habisnya untuk ia sentuh untuk memberi kabar pada istri barunya yang sedang menanti ke pulangannya kembali.


seperti malam ini contohnya meski sudah pulang dari kantor tapi masih juga membawa pekerjaan ke rumah karna ingin segera menyelesaikan masalah yang ada di perusahaannya itu karna tanpa sepengetahuannya bahkan orang kepercayaannya mengelola perusahaan itu ternyata ada tikus yang mencoba bermain main dengannya, maka dari itu waktu kunjungannya ke Singapura yang awalnya di jadwalkan cuma sampe seminggu kini me jadi lebih lama karna harus menyelesaikan tikus itu dulu.


"Halo sayang..." sapa Diki di sebrang sana lewat panggilan Vidio yang ia lakukan pada istri tercintanya.


"Ini mau tidur mas, mas sudah pulang kerja?" tanya Dian yang menatap wajah Diki penuh rindu.

__ADS_1


"Sudah, ini baru saja habis mandi mau lanjutin kerjaan lagi biar cepat pulang udah kangen banget sama kamu." ucap Diki yang juga menatap Dian penuh rindu.


"Jangan terlalu larut mas, kan besok mas juga masih hari berangkat pagi." ucap Dian


"Iya sayang, mas lanjut lagi ya, kamu tidur dah ya, jangan begadang dan doakan mas agar selesai urusan disini dengan cepat." ucap Diki yang berusaha kuat menahan yang dibawah sudah mengembang karna sedari tadi pandangan Diki tak lepas dari bibir Dian yang pink alami itu yang membuat Diki teringat kejadian sebelum ia berangkat keluar negri seminggu lalu.


"Iya mas, tanpa mas minta doa ku selalu yang terbaik buat mas, agar semua urusan mas di lancarkan agar bisa cepat pulang." ucap Dian lembut dengan senyum manis ia persembahkan pada pemilik hatinya itu.

__ADS_1


"Kalo gini terus otw balik gue, gak kuat nahan lama lama, belum juga buka puasa cuma icip icip dikit aja udah bikin dia berontak terus saat melihat bibir pink Dian." ucap Diki sambil mengelus miliknya yang sudah tidur dan imut lagi.


"Gue harus cepat selesaikan urusan disini agar bisa cepat ke Belanda mudah mudahan aja disana tidak ada masalah biar bisa cepat balik, dan urusan di Bali bisa gue minta Dian susul gue aja, gak kuat gue nahan dia kalo lagi bangun kaya tadi." gerutu Diki lagi dan melangkahkan kakinya menuju meja kecil yang di pojok kamarnya untuk mengerjakan lagi kerjaannya yang sengaja dia bawa pulang.


Di rumah, Dian senyum senyum karna merasa rindunya ter obati meski hanya lewat telpon, Dian selalu berharap disana Diki tidak tergoda perempuan bule yang cantik cantik disana, meski Dian tau sifat Diki yang dingin pada siapapun selain keluarga sebagai perempuan pasti punya pikiran seperti itu jika sedang berjauhan dengan suami yang baru saja menikahinya.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2