Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 103


__ADS_3

Setelah selesai berbicara pada semua anggota keluarga, Diki pun mengajak Dian pergi ke pusat perbelanjaan sesuai dengan jadwalnya hari ini ya itu membeli perlengkapan baby mereka yang berjenis kelamin laki laki.


"Kita langsung ke tempat perlengkapan bayi atau mau makan dulu?" Diki yang merasa perutnya sudah laper lagi.


"Terserah mas aja, aku nurut aja mas." jawab Dian tersenyum manis.


"Ya udah kita makan dulu aja ya,Habsi itu baru kita cari perlengkapan baby, kita harus punya banyak tenaga untuk memilih yang terbaik dari yang terbaik, karena mas ingin semua perlengkapan anak kita kualitas premium."jawab Diki dan dianggukin saja oleh Dian karena saking senangnya bisa jalan berdua lagi sama Diki.


"Mas, aku seneng banget deh bisa jalan lagi berdua sama kamu,sudah lama ya mas kita gak jalan jalan ke mall kaya gini."Ucap Dian dan memandang wajah Diki dengan lembut.


Diki yang mendengar ucapan Dian langsung saja menatap Tian dengan sendu karena ia sadar beberapa bulan belakangan ini dia memang jarang mengajak Dian jalan-jalan atau sekedar makan di luar bahkan untuk menemani Dian kontrol kandungan pun masih sering Diki lupa saking banyaknya pekerjaan membuat dia lalai dalam membahagiakan Dian.

__ADS_1


"Maafkan mas sayang, mas jarang ada waktu untuk menemani kamu jalan-jalan, akhir-akhir ini pekerjaan mas banyak sekali karena ada proyek baru yang sedang perusahaan kerjakan saat ini."ucap Diki dengan rasa bersalah karena telah mengabaikan istrinya.


"Tidak apa-apa mas aku mengerti mas kerjakan buat aku sama anak-anak kita nanti."ucap Dian mengerti keadaan Diki.


Mendengar perkataan Dian yang mengerti keadaannya langsung saja Dicky memeluk Dian erat tanpa peduli sekitarnya karena saat ini mereka setelah menjadi tontonan gratis pengunjung mall tersebut.


"Mas lepas malu" cicit Dian dalam pelukan Diki dan berusaha melepaskan pelukannya.


"Yuk kita makan seafood aja ya mas lagi pengen lobster bakar" ajak Diki dan langsung membawa Dian menuju restoran seafood yang ada di mall itu.


Setelah selesai menyantap makanan siput Diki dan Dian kini tengah berada ada di salah satu toko perlengkapan ibu dan anak, Dian dan Diki sangat antusias memilih semua perlengkapan bayi yang dari mulai kaos kaki, kaos tangan, baju, gurita, pokoknya semuanya Diki ambil tanpa peduli protes Dian yang meminta tidak terlalu banyak mengambil barang karena cuma dipakai beberapa bulan saja.

__ADS_1


Dengan rasa kesal bercampur bahagia Dian akhirnya membiarkan saja Diki membeli barang-barang tersebut.


"Mas capek..."ucap Dian sambil memijit kakinya yang terlihat bengkak karena kebanyakan berdiri dan juga berjalan.


"Nanti di rumah mas pijitin ya sayang, tahan sebentar ya bentar lagi kita nyampe rumah."ucap Diki sambil mengelus kepala Dian dengan sayang karena saat ini mereka lagi di jalan menuju pulang ke rumah utama.


"Mas mau itu" ucap Dian saat melihat gerobak gorengan yang ada di pinggir jalan.


"Baiklah tapi jangan banyak-banyak ya kamu mau apa aja?" tanya Diki dan menepikan mobilnya di bahu jalan dekat dengan gerobak penjual gorengan.


"Mau tempe sama bala-bala mas terus habisnya yang banyak ya"ucap Dian dengan mata berbinar dan terus menatap gerobak gorengan itu yang penuh dengan berbagai macam gorengan di dalamnya.

__ADS_1


"Ya udah kamu tunggu di sini biar mas yang keluar jangan keluar oke."ucap Diki sebelum keluar dari mobil.


__ADS_2