Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 85


__ADS_3

Sudah hampir sore Tomi masih saja belum bisa membujuk Dila untuk kembali padanya dan itu membuatnya frustasi karna takut Dila akan pergi darinya. Dengan langkah lesu Tomi keluar dari kamar itu setelah memastikan kalo Dila sudah tertidur nyenyak, langkahnya membawanya ke dapur untuk mengambil air untuk membasuh tenggorokannya yang kering setelah beberapa jam bicara tanpa ada hasilnya.


"Hamba harus bagai mana ya Allah, hamba tidak ingin dia pergi lagi dalam hidup hamba." ucap Tomi lirih menangkupkan wajahnya di meja makan dengan berbantalkan kedua tangannya.


"kenapa lo?" tanya Diki dan duduk di depan Tomi


"Gue bingung gak tau harus pake cara apa lagi agar dia gak pergi lagi dari gue, gue bingung Dik." ucap Tomi jujur karna ingin di dengar keluh kesahnya.


"Maksud Lo perempuan yang Lo bawa itu?" tanya Diki memastikan terlebih dahulu sebelum memberi saran.

__ADS_1


dan di anggukin Tomi.


"Iya....,


Dia itu pacar gue yang hilang setelah gue berhasil membawa dia kabur dari club' tempat Dian dulu di jual oleh perempuan tua itu, dan kasus Dila sama dengan kasus Dian yang terpaksa karna hutang namun Dian masih beruntung karna Lo cepat nolongin dia, sedangkan Dila gue terlambat nyelametin karna sudah di jual disana gue baru tau saat gue hadirin ulang tahun temen gue disana dan Dila lah yang melayani kami disana, segala upaya gue lakuin buat bisa keluarin dia, tapi saat gue udah berhasil nyelamatin dia, Dila nya yang pergi ninggalin gue sampe saat ini, kejadian itu sudah delapan tahun yang lalu dan baru hari ini Allah mempertemukan gue kembali padanya." terang Tomi menceritakan kisahnya dengan Dila.


"Wow....! pantes aja Lo gak pernah gue lihat punya pacar ternyata masih mencari yang hilang toh, tapi gue salut sama ke setiaan Lo hingga sekarang padahal Lo gak tau seperti apa hidup dia tanpa Lo, dan bisa jadi dia sudah punya kehidupan baru makanya Dila tidak mau kembali sama Lo." ucap Diki menebak penyebab penolakan Dilla terhadap Tomi.


Bagai di sambar petir hati Tomi saat mendengar ucapan Diki, karna Tomi tidak pernah berpikir jika Dian bisa jadi sudah punya kehidupan baru selama ini, dan Tomi baru sadar akan hal itu, apa kah penantiannya selama ini akan sia sia?.

__ADS_1


Sungguh hati Tomi sakit teramat sakit saat membayangkan jika perempuan yang ia cari selama ini dan ia tunggu kehadirannya sudah ada yang punya.


Melihat Tomi yang bengong setelah mendengar perkataannya Diki pun menghela nafas panjang yang tak menyangka jika penantian Tomi selama ini hanya sia sia, sungguh Diki sangat kasihan dengan sahabat sekaligus asistennya itu, tapi mau bagai mana lagi karna garis kehidupan sudah ada yang mengatur dan kita hanya bisa menjalani nya saja.


"Tapi Dila bilang dia tidak pantas bersanding dengan ku, bukankah itu tandanya jika dia belum memiliki hubungan baru,?" tanya Diki menanyakan maksud jawaban yang Dila beri tadi.


"Biar Lo gak bertanya tanya mending Lo cari sendiri jawabannya, dan berikan dia waktu untuk memutuskan apa yang harus dia ambil kedepannya. Dan gue yakin saat ini Dilla masih bingung harus bagai mana secara kalian baru bertemu setelah sekian lama mungkin dia masih canggung dengan Lo." ucap Diki mencoba memberi pengertian pada Tomi.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2