Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 64


__ADS_3

Diki pun masuk ke dalam unitnya dan langsung menuju kamar Dian untuk melihat keadaan garisnya tersebut karna takut terjadi sesuatu sama gadisnya tersebut.


Tok... Tok.. Tok...


Diki mengetuk pintu kamar Dian dan tak lama Dian membuka pintu itu dengan wajah penuh ketakutan, tanpa kata Diki langsung memeluk Dian dengan erat dan di balas Dian juga tak kalah erat.


"Mas aku takut." ucap Dian dalam pelukan Diki.


"Sudah.., tidak perlu khawatir lagi, mas sudah usir mereka, jadi kamu yang tenang ya, lagian kan ada mas disini, mas akan jagain kamu sayang." ucap Diki dan sesekali mencium pucuk kepala Dian.


"Ibu dan adik kamu mana?" tanya Diki dan melepaskan pelukannya tapi masih menggenggam tangan Dian.


"Ibu sedang tidur untuk ibu tidur saat ada yang menggedor pintu tadi karna baru habis aku kasih minum obat, aku gak tau kalo sampe ibu tau apa yang barusan terjadi pasti ibu akan panik bahkan melebihi aku dan Dina.

__ADS_1


"Dan adik kamu mana?" tanya Diki.


"Aki disini kak," ucap Dina dari dalam kamar dan berjalan menuju Diki dan Dian yang masih berdiri di depan kamar Dian.


"Kamu tidak apa apa?" tanya Diki karna melihat wajah Dina agak pucat.


"Aku baik kak," jawab Dina dan menampilkan senyum terpaksa.


"Ya sudah lebih baik kita bicara di ruang tamu, Dan kamu ceritakan apa yang terjadi kenapa bisa laki laki itu menyusul kamu kesini." ucap Diki dan seketika di anggukin Dina karna terintimidasi tatapan mata Diki yang dingin itu.


"Hay Dian.." sapa Rey yang sudah duduk lebih dulu di ruang tamu sendirian.


"Hay.. juga tuan Rey.." sapa balik Dian.

__ADS_1


Ketiganya pun duduk di sofa depan Rey dan tanpa sadar mata Rey terus melihat Dina yang tertunduk karna takut.


"Bisa sekarang kamu jelaskan apa yang sudah terjadi Dina?" tanya Diki to the points.


Dengan ragu Dina pain menceritakan awal mula ia dekat dengan Bagas dan sampe tadi saat ia mendengar ucapan Bagas di rumahnya yang membuat Dina takut dan tak menyangka jika kebaikan Bagas selama ini palsu padahal Dina merasa jika apa yang Bagas lakukan dan ucapkan itu tulus sungguh Dian syok mendengar kalo dirinya hanya sebagai umpan dan akan merusaknya setelah itu di jual di club' jadi wanita penghibur agar Dian datang memohon pada Bagas sesuai keinginan Bagas.


"Aku gak nyangka dia bakalan sejahat itu sama aku kak, hati aku sakit kak" ucap Dina di pelukan Dian.


"Sekarang kamu tau kan, kenapa kakak melarang kamu pacaran, bukan maksud kakak melarang kebebasan kamu, tapi kakak tidak mau kejadian seperti ini menimpa kamu, kamu di bohongi dengan cinta semu untuk menjebak kamu, dan syukur Allah masih melindungi kamu sehingga kamu tau kebusukan Bagas lebih awal agar kamu bisa menghindar dari bahaya itu.


Kakak sayang sama kamu, tapi kalo untuk pacaran kakak melarangnya karna untuk saat ini kamu fokus dulu untuk belajar agar kedepannya kamu jadi orang yang sukses jadikan pengalaman ini jadi pelajaran agar kamu tidak mudah dekat dengan laki laki yang berniat tidak baik dengan kamu, dan yang perlu kamu ingat, jodoh, maut dan rejeki sudah Allah yang ngatur jadi untuk saat ini kamu fokus duku untuk belajar suatu saat nanti kamu akan menemukan pasangan kamu yang tulus mencintai kamu apa adanya." ucap Dian panjang lebar menasehati adiknya yang lagi patah hati itu.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2