
Setelah beberapa saat akhirnya Diki keluar dari kamarnya dengan baju lengkap dan sangat tampan dan gagah dengan celana jens pendek selutut dan kaos hitam yang pas di badannya yang mencetak roti kotak kotaknya yang semakin membuat Dian panas dingin melihat bodi Diki yang sangat seksi.
"Ada apa?" tanya Diki setelah dia duduk di sofa di depan Dian duduk.
"Mas aku minta tolong, tolong antar aku pulang jemput adek dan ibu mas, tadi adek aku nelpon minta di jemput dia bilang takut dengan Bagas datang menjemputnya, aku kira kayaknya dia sudah tau tentang rencana Bagas mas." ucap Dian menceritakan tentang Dina.
"Baik lah ayo kita jemput adek dan ibu kamu biar mereka aman, dan untuk masalah laki laki itu biar jadi urusan mas." jawab Diki dan langsung bangun dari duduknya menuju kamar untuk mengambil kunci mobil dan dompet.
Tak lama Diki keluar dari kamarnya dengan jaket yang menutupi tubuh atletisnya karna Diki tak ingin membagi pemandangan indah tubuhnya pada orang lain karna Diki mempersembahkan tubuhnya hanya untuk orang yang tersayang.
"Ayo..." ucap Diki dan melambaikan tangannya di depan wajah Dian karana sedari tadi Dian bengong menatap Diki.
"Eh..." ucap Dian kaget.
__ADS_1
"I..... Iya ayo..." ucap Dian dan bangun dari duduknya mengikuti Diki yang sudah berjalan didepannya.
Dian dan Diki kini sudah berada di mobil menuju rumah Dian dan tak lama mobil Diki sudah berada di depan rumah Dian, Diki dan dian langsung turun dan mengetuk pintu sambil memanggil nama Dina, dan tak lama Dina datang dengan ke adaan menangis dan badan gemetar.
"Kakak..." ucap Dina dan langsung memeluk Dian.
"Kamu kenapa dek...? apa yang sudah terjadi?" tanya Dian panik.
"Kak aku takut, cepat bawa aku pergi kak, aku gak mau ketemu Bagas lagi kak." ucap Dina terisak dalam pelukan Dian.
"Ibu..." sapa Dian dan langsung berhambur dalam pelukan ibunya yang tengah duduk dengan cemas karna ibunya tidak tau apa yang sedang terjadi saat ini yang membuat putri bungsunya itu menangis ketakutan.
"Nak..., kamu pulang? ibu kangen.." ucap ibunya dan memeluk Dian dengan erat karna sudah ber bulan bulan Dian tidak pernah pulang mereka hanya berkabar lewat telpon saja selama ini,.
__ADS_1
Kalian tau lah gimana protektif nya Diki terhadap Dian, bahkan keluar dari unit apartemen nya saja Dian gak pernah kalo tidak sama Diki atau Tomi hidup Dian bagai di penjara emas oleh Diki yang berkedok pembantu di apartemennya.
"Sama Bu, Dian juga kangen, tapi kita nanti kangen kangenan nya ya, sekarang kita pergi dulu dari sini, dan Dian mohon ibu jangan tanya dulu nanti Dian jelaskan semuanya, ya Bu." ucap Dian setelah melepaskan pelukan ibunya dan menggenggam erat tangan ibunya yang sudah banyak kerutan nya itu.
"Baiklah, ibu percaya sama kamu." ucap ibunya dan setelah itu mereka berempat keluar dari rumah yang kebetulan ada Bagas di depan rumahnya yang baru datang ingin bertemu Dina.
.
.
Bersambung...
Segini dulu ya kakak kakak cantik..
__ADS_1
Maaf ya othor lama up nya, hp othor eror gak bisa di pke nulis, udah dari seminggu lebih eror mohon maaf ya sudah buat kalian menunggu...