
"aku nggak apa-apa pa, cuman lagi banyak pikiran aja."jawab Tommy.
"pah bisa kita bicara sebentar, ada yang ingin Tomi bicarakan sama papa."ucap Tommy pada Papa Juna.
"ya udah kalau gitu kita ke ruang kerja saja."ajak papa Juna.
"mah Papa ke ruang kerja dulu ya ada yang ingin Papa bicarakan dengan Tommy."pamit Papa Juna pada Mama Nadine.
"ya udah nanti kalau udah selesai langsung ke kamar ya istirahat."jawab Mama Nadine Dan tersenyum lembut ke arah Papa Juna.
Papa Juna dan Tommy pergi ke ruang kerja sedangkan yang lain masih mengobrol dan membongkar oleh-oleh yang dibawakan oleh Mama Nadin dari Bali tak lupa makanan khas Bali yaitu pai susu dan juga ayam betutu yang menjadi makanan favorit seluruh anggota keluarga jika berada di pulau Dewata tersebut.
__ADS_1
setelah sampai di ruang kerja. Papa Juna duduk di sofa panjang yang ada di ruangan itu dan diikuti Tomi juga duduk disana, dan tanpa kata Tomi langsung memeluk erat tubuh papa Juna yang membuat papa Juna kaget karna tak biasanya anak bungsunya itu seperti itu.
"ada apa nak? kenapa kamu nangis seperti ini? apa ada sesuatu yang Papa tidak ketahui?"tanya Papa Juna dan mengusap punggung Tommy dengan sayang dan membiarkan anak bungsunya itu menangis dalam pelukan.
setelah puas menangis dalam pelukan papah Juna, Tommy melepaskan pelukannya secara perlahan dan menatap pada Juna dengan mata yang merah sambil berkata.
"kenapa papah rahasiakan semua ini dari kami pah? apakah kami anak-anak Papa tidak berhak tahu tentang kondisi kesehatan papa saat ini? kenapa Papa sembunyikan ini dari kami pah?"tanya Tommy dengan mata merah serta dengan tutur kata yang lembut namun membuat Papa Juna kaget karena tidak menyangka rahasia yang selama ini dia simpan diketahui oleh anak bungsunya ini.
Deg...
"pah please... Tomi tahu apa yang saat ini papa sembunyikan dari kami semua dan Tommy juga tahu tujuan papa membawa mama liburan ke Bali agar nanti jika saatnya Papa harus menjalani pengobatan ke luar negeri tanpa mama Papa tidak merasa bersalah karena sebelum Papa pergi meninggalkan mama Papa sudah memberikan Mama begitu banyak kenangan indah agar mama tidak sedih saat papah tinggal nanti dengan alasan kerjaan."ucap Tommy membeberkan rahasia Papa Juna dan sekali lagi Papa juga terkejut mendengar apa yang diucapkan Tommy karena apa yang diucapkan Tomi itu adalah kebenaran karena seperti yang diucapkan bahwa memang benar dirinya sengaja memberikan Mama Nadine kenangan indah yang begitu banyak karena di saat dirinya meninggalkan Mama Nadine untuk berobat ataupun meninggalkan Mama Nadine untuk selamanya setidaknya Papa Juna sudah memberikan kenangan yang terindah sebelum perpisahan itu terjadi karena Papa Juna tidak tahu apakah nanti dia bisa sembuh ataupun kembali kepada sang pencipta.
__ADS_1
deg...
"apa kamu menyuruh seseorang untuk memata-matai papah nak?"tanya papa Juna.
"Tommy memang menyuruh anak buah Tommy untuk mencari tahu apa yang selama ini papa sembunyikan dari kami. dan memang benar juga kalau Tommy menyuruh beberapa anak buah Tommy untuk mengawasi papa selama papa berada di Bali karena tujuan Tommy bukan untuk memata-matai papa tapi untuk menjaga papa di saat Papa dan Mama terjadi sesuatu di sana tanpa kami tahu di sini. karena Tommy sangat syok saat mendapat laporan dari anak buah Tommy yang Tommy suruh untuk mencari tahu tentang kondisi papa Yang ternyata kondisi papa saat ini sudah sangat parah. ingin rasanya Tommy memberitahu semua yang Tommy tahu kepada yang lain tentang kondisi saat ini namun setelah Tommy pikir-pikir itu pasti akan menjadi pukulan yang sangat keras kepada yang lain karena Tommy sendiri pun mengalami nya."ucap Tomi para bapak Juna dengan berderai air mata.
tanpa Tomi dan papa Juna sadari jika sedari tadi ada seseorang yang mendengar apa yang diucapkan di ruangan tersebut dan orang itu pun sangat syok saat mengetahui kondisi papa Juna yang sedang sakit parah.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....