Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 92


__ADS_3

Seminggu sudah Diki dan Dian berbulan madu, atau lebih tepatnya liburan karna ada ketiga Angel gan Tomi yang ikut serta, sebab Dian tak mengijinkan ketiga Angel dan Tomi balik Duluan jadinya Diki hanya bisa pasrah atas kemauan istrinya itu.


Baru saja Diki dan yang lain tiba di bandara, Diki sudah mendapatkan telpon dari sekretarisnya jika sudah di tunggu klien di kantornya, mau tak mau Diki menitipkan Dian pada ketiga ponakannya itu untuk membawa Dian pulang, sedangkan ia dan Tomi akan langsung ke kantor menemui kliennya itu.


"Lo kenapa?" tanya Diki saat keduanya duduk di kursi penumpang bersisian.


"Maksud lo?" tanya Tomi balik tak mengerti maksud Diki.


"Gue tau ada yang elo sembunyikan dari gue belakangan ini, lo mau jujur atau gue cari tau sendiri?" ucap Diki tegas.


"Nanti gue ceritain, karna untuk sekarang gue belum siap." jawab Tomi karna memang sangat sulit untuknya berbohong pada Diki yang sangat tau tentang dirinya,


"Ok,,,, gue tunggu lo jelasin ke gue sebelum batas kesabaran gue habis." ucap Diki dingin.

__ADS_1


Di lain tempat, Dian dan yang lain baru saja sampe rumah di sambut hangat oleh semuanya, semua sangat menyayangi Dian, dan Dian pun tak lupa membagikan oleh oleh yang ia beli di Bali untuk semua anggota keluarganya dan terima antusias oleh yang lain, dan setelah itu dian di minta istirahat oleh mama Nadin.


Hari ini Diki pulang terlambat karna banyak pekerjaan yang menanti dan mau tak mau Diki harus lembur, dan Diki pun merasa ada yang aneh dengan sikap Tomi yang murung dan banyak melamun sehingga kerjaannya jadi dia yang ambil alih, dan Diki pun merasa jika permasalahan nyang di alami Tomi kali ini jauh lebih besar dari pada saat Tomi patah hati itu sampe membuat Tomi banyak melamun.


Diki pun membiarkan saja Tomi dulu seperti itu karna ia merasa tak berhak menuntut Tomi untuk cerita padanya meski maksudnya baik agar Tomi bisa mengurangi beban pikirannya dengan membagi dengannya.


Pukul sepuluh Diki baru saja pulang di antar Tomi baru saja tangannya memegang gagang pintu, pintu sudah terbuka bari dalam lebih dulu, dan yang membuka adalah Dian istrinya.


"Sayang kok belum tidur?" tanya Diki dan langsung memeluk Dian erat.


"Masuk yuk, di sini dingin, kita lanjutin di kamar aja," ucap Diki dan melepaskan pelukannya dan berjalan merangkul pinggang Dian erat,


Dian hanya pasrah saja saat Diki merangkul pinggangnya erat dan tak berjarak,

__ADS_1


"Mas sudah makan?" tanya Dian saat menaiki anak tangga.


"Ini mau makan, mas sudah lapar banget, dari tadi siang mas nahan laper."jawab Diki dan berjalan tergesa gesa.


Mendengar jawaban Diki, seketika Dian menghentikan langkahnya, dan menatap Diki penuh iba, Dian berpikir apa segitu banyak kah kerjaanya sehingga untuk makan siang saja suaminya sampe tidak sempat, pasti ini karna bulan madu itu, kalo saja bulan madunya tidak sampe seminggu mungkin kerjaan suaminya tidak akan sebanyak ini.,


"Ya udah mas bersih bersih aja dulu, aku mau ke dapur buat hangatin lauk, mau mau makan di meja makan apa di kamar?" tanya Dian dan seketika membuat Diki melongo.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


Selamat hari lebaran buat umat muslim.... mohon maaf lahir batin ya kakak kakak semua....


__ADS_2