
"iya gue.."jawab Dicky dan perjalanan secara perlahan masuk ke dalam rumah Bagas tanpa dipersilahkan karena Bagas sendiri sudah mundur terlebih dahulu saat melihat Dicky dan yang lainnya berdiri di depan pintu.
"rumah lu ternyata nyaman juga ya, tapi apa telinga lu nggak budeg dengerin musik sekencang ini."ucap Dicky dan berjalan menuju tv yang masih menyala dengan suara yang kencang karena bukan cuma TV saja tapi juga ada speaker aktif yang disambungin hingga membuat suara dari TV tersebut terdengar sangat besar. tanpa kata Dicky langsung mencabut beberapa cup yang ada di sana dan seketika suasana dalam rumah itu langsung senyap.
Bastian yang sudah merasa dirinya terancam langsung saja berniat berlari keluar dari rumah itu untuk mengamankan diri namun sayang usahanya sia-sia sebab saat dia ingin berlari keluar dari rumah itu seketika seluruh bodyguard yang di bawah Dicky langsung masuk dan memblokir seluruh celah untuknya kabur.
"apa yang lu mau dari gue dan ngapain lu datang ke rumah gue dengan membawa banyak pasukan ke sini hah...?"tanya Bastian marah.
__ADS_1
"lo tanya apa mau gue dari lo..? hahahaha..."tanya Dicky dan seketika ketawa Dicky pecah di sana dan setelah itu langsung berubah wajahnya jadi mode datar dan seram.
"kalau gue nggak ingat kebaikan dan ketulusan bi Sekar selama ini mengurus kue dari gue kecil sampai gue sebesar ini udah gue cincang lu sejak lama agar lu nggak terus membuat masalah sama gue. tapi sayang mengingat bi Sekar yang sangat ingin diakui oleh lo sebagai ibunya membuat gue mengurungkan niat gue menghabisi lo tapi itu kemarin sebelum elo barulah lagi dan kini kesadaran gue sudah habis sudah cukup lu terus mengusik ketentraman hidup gue. dan kini saatnya lo menerima konsekuensi dari apa yang sudah lo lakukan terhadap gue istri gue dan juga anggota keluarga gue yang lainnya."ucap Dicky penuh penekanan sambil berjalan secara perlahan mendekati Bastian yang terus berjalan mundur hingga mentok tubuhnya pada salah satu tubuh bodyguard yang di bawa Dicky dan langsung dipegang tangannya oleh bodyguard itu.
"lepasin gue. lu pantas mendapatkan itu karena gara-gara lo gue diceraikan istri gue dan kini hidup gue menderita. seharusnya lu mendapatkan lebih dari itu karena gue ingin lo juga merasakan apa yang gue rasakan"ucap Bastian nggak terima.
"lu bilang gue pantas mendapatkan itu. apa lu nggak ingat gara-gara lo gue cerai dengan Clarissa karena lo berselingkuh dengannya bahkan setelah gue pisah resmi dengannya lu memungut sampah gue dan lo jadikan simpanan lo. dan asal lo tahu ya dulu gue masih bisa terima perselingkuhan lu dengan istri gue dan gue ucapkan terima kasih karena berkat lu gue tahu istri gue yang sebenarnya tapi gue nggak terima dan tidak akan pernah bisa terima kalau elo mencoba menyakiti anak dan istri gue saat ini begitu juga dengan keluarga yang lain yang sudah berusaha untuk lo celakai. dan kini gue sendiri yang akan memberikan elu pelajaran agar elu bisa mengerti dan menerima kebaikan seseorang agar lu bisa belajar bersyukur."ucap Dicky panjang lebar setelah itu Dicky menumpahkan segala kekesalannya segala amarah yang menumpuk di hatinya mengingat semua kecelakaan yang dialami Dian juga sakit hati yang sampai saat ini masih tersimpan rapi di dalam hati Dicky tanpa satu orang pun yang tahu tentang perselingkuhan Clarissa dengan Bastian. dengan menghajar habis-habisan Bastian bahkan tangan Dicky pun terluka sedangkan Bastian sudah tergeletak lemas tak sadarkan diri namun Dicky masih terus menghajarnya hingga Dika datang dan menghentikan kegiatan Dicky.
__ADS_1
"biarin kak biar mampus tuh orang. biar sekalian dia mati di tanganku."jawab Dicky terengah-engah...
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Maaf ya kalo kurang nyambung,,