Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 154


__ADS_3

Setelah selesai berbicara sama dokter Lily, Dicky pun melihat semua dokter mulai membereskan alat alatnya setelah itu pergi dari ruangan ICU dan salah satu suster meminta dikit keluar karena sebentar lagi dia akan dipindahkan ke ruang perawatan karena kondisi Dian yang sudah mulai stabil.


setelah menunggu beberapa saat akhirnya Dicky lihat Dian di dorong keluar dari ruang ICU meski kondisi Dian belum sadarkan diri tapi para dokter semua sudah sepakat memindahkan Dian ke ruang rawat untuk beberapa hari sebelum kembali melakukan operasi pengangkatan rahim.


dengan perasaan campur aduk Dicky berjalan pelan mengikuti para suster yang membawa Dian menuju lantai atas tempat di mana kedua buah hatinya dirawat karena sebelum Dian dipindahkan tadi Diki sempat meminta agar dia ditempatkan di ruangan yang sama dengan kedua anaknya namun dokter menolak sebab kondisi diam yang belum sadarkan diri jadi dokter menyarankan agar dia dirawat di ruang yang bersebelahan dengan ruangan anaknya agar Dicky dekat jika ingin mengunjungi anak dan istrinya. Dengan terpaksa Dicky menerima apa yang dokter sarankan karena Diki yakin apa itu yang terbaik buat Dian.


setelah Dian sudah sampai di ruangannya dan para suster sudah keluar dari ruangan itu kini tinggal Diki seorang yang berada di ruangan itu menemani Dian sebab tadi mertua Dicky izin ingin menengok kedua cucunya sebab sedari dia baru datang belum dapat melihat keadaan cucunya dan Dicky pun mengizinkan.

__ADS_1


dengan langkah pelan tiki berjalan mendekati Dian yang belum sadarkan diri dan duduk di samping Dian sambil menggenggam tangan Dian erat.


"sayang mas kangen cepat sadar ya mas nggak sanggup lihat kamu seperti ini terus, hati mah sakit melihat kamu terbaring lemah dan tidak sadarkan diri seperti ini. kamu tahu andai bisa mas gantikan tempat kamu saat ini mas lebih memilih mas yang sakit ketimbang mas melihat kamu seperti ini hati mas lebih sakit melihat kamu seperti ini sayang, belum lagi kedua anak kita yang sudah merindukan kamu."siap gigi pelan dan tak terasa air matanya menetes hingga mengenai punggung tangan Dian.


tanpa Dicky sadari bahwa ternyata Dian mengeluarkan air matanya sebab apa yang Dicky ucapkan itu Dian dengar semuanya, meski Dian belum bisa membukakan matanya namun dia mendengar semua yang diucapkan Dicky terus berbicara mengeluarkan apa yang ia rasakan hingga saat ia ingin mencium Dian Dicky baru sadar bahwa ternyata Dian mengeluarkan air matanya tanpa pikir panjang Dicky langsung menekan tombol darurat dan tak lama dokter pun datang.


"ada yang bisa saya bantu tuan?"tanya dokter jaga yang bernama dokter Gerry.

__ADS_1


Mendengar apa yang diucapkan Dicky dokter Gary pun segera melakukan pemeriksaan terhadap Dian dan setelah beberapa lama akhirnya dokter Gerry selesai memeriksa Dian dan berjalan menuju Dicky yang sedari tadi berdiri di dekat pintu agar tidak menghalangi dokter Gary dan dua suster yang lagi melakukan pemeriksaan itu.


"Tuan ini adalah perkembangan yang cukup baik karena di alam bawah sadarnya istri anda mendengar dan merespon apa yang anda ucapkan dan itu cukup bagus untuk merangsang istri anda agar cepat sadar dan saya sarankan agar Tuan terus mengajak istri anda berbicara meskipun istri anda tidak menjawab apapun karena dengan begitu apa yang anda ucapkan itu merangsang kinerja otak istri anda agar segera sadar."ucap dokter Gerry dan seketika membuat sedikit lega karena sudah ada sedikit kemajuan tentang kondisi Dian.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2