
hari ini adalah hari di mana papa Juna akan pulang setelah menghabiskan libur selama seminggu di Bali. Papa Juna sengaja tidak mengijinkan anak menantunya untuk menjemputnya di bandara dan hanya meminta supir pribadinya yang menjemputnya di bandara.
keempat anak laki-laki Papa Juna menerima apa yang Papa Juna ucapkan karena tidak ada satupun dari mereka yang berani melawan kehendak Papa Juna.
tanpa sepengetahuan siapapun Tommy ternyata sudah menyelidiki apa yang terjadi dengan papa Juna dan betapa terkejutnya dia sangat mengetahui apa yang disembunyikan papa Juna oleh yang lainnya bahkan pemilik sempat menangis memikirkan apa yang telah dialami Papa Juna saat ini.
ingin rasanya Tommy memberitahu kepada ketiga saudara yang lainnya tentang apa yang selama ini papa rahasia akan dari mereka namun demi tidak memiliki keberanian untuk melakukan itu sebab tapi yakin jika yang lainnya tahu tentang apa yang Papa Juna sembunyikan dari mereka pasti mereka akan melarang semua aktivitas yang papa Juna lakukan dan mereka pasti sangat bersedih dan tentunya Papa Juna tidak ingin itu semua karena Tommy sangat tahu apa yang paling tidak disukai Papa Juna yaitu melihat keluarganya bersedih.
pada saat papa Juna baru tiga hari pergi liburan Tomi tidak sengaja menemukan catatan medis yang tersimpan di laci meja kerja Papa Juna karena pada saat itu Tommy diminta Diki untuk mengambil berkas yang ada di ruang kerja Papa Juna karena Dicky sempat memberikan berkas itu beberapa waktu lalu sebelum Papa Juna berangkat ke Bali untuk ditandatangani. dan betapa terkejutnya Tommy saat melihat catatan medis papa Juna yang secepatnya harus dilakukan operasi.
Tommy menangis membaca catatan medis itu dan langsung menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu lebih dalam informasi tentang penyakit papa Juna dan tanpa menunggu lama anak buah Tommy memberikan bukti-bukti akurat tentang penyakit Papa zona yang dari beberapa tahun di deritanya bahkan anak Nadine pun tidak tahu tentang kondisi Papa Juna yang sebenarnya sudah sangat mengkhawatirkan. dan sejak hari itu Tommy meminta anak buahnya untuk terus mengawasi papa Juna dan memberikan laporan kepadanya jika terjadi sesuatu terhadap apa Juna dan mama Nadin selama mereka liburan dan untungnya semua berjalan dengan lancar hingga kini Papa Juna dan mama Nadin pulang dalam keadaan selamat dan tanpa kurang satu pun hanya wajah Papa juga saja yang mengalami perubahan karena terlihat lebih pucat dan itu sungguh membuat Tommy khawatir namun ia tak bisa melakukan apapun selain memantaunya dari jauh.
__ADS_1
"assalamualaikum..."ucap Mama Nadine tanpa bajunya berbarengan saat mereka baru nyampe rumah dan sudah disambut oleh seluruh anggota keluarga.
"waalaikumsalam.."jawab semuanya berbarengan.
" oma opa..."teriak serempak pada Fadhel dan Fazal sambil berlari menuju Mama Nadine dan papa Juna, dengan sigap papa Juna dan mama Nadin berjongkok dan merentangkan tangannya menyambut kedua cucunya yang berlari ke arahnya.
Mama Nadine Dan Papa Juna memeluk erat cucunya itu dan mencium wajahnya dengan Dimas dan dibalas cekikikan oleh keduanya karena geli di cium gemes oleh Mama Nadin.
"Alhamdulillah mama dan papa sehat nak.."sebabnya mana adik senyum dan memeluk serta mencium anak cucunya satu-satu.
semua orang bahagia melepas rindu dengan mama Nadine Dan Papa Juna kecuali satu orang yang memaksa raut wajah sedih hingga membuat Papa Juna menyadari perubahan sikap anak bungsunya itu.
__ADS_1
"kamu kenapa nak? kenapa wajahmu menurun begitu?" tanya papa Juna pada Tommy yang terlihat wajahnya sangat murung karna menyimpan kebenaran seorang diri.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1