Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 192


__ADS_3

"Apa Lo tau siapa yang mendonorkan ginjalnya buat papa?" tanya Dika.


"gak kak, dokter tidak memberi tahu siapa yang sudah mendonorkan ginjalnya buat papa, tapi yang jelas dokter mengatakan kemungkinan orang yang akan mendonorkan ginjalnya buat papa itu adalah orang yang dulu pernah menerima donor darah dari papa jadi kemungkinan untuk cocok itu lebih besar, tapi dokter tetep menyuruh kita untuk tetap berdoa agar semuanya di lancarkan." ucap Tomi.


"Amin, semoga bener apa yang dokter katakan itu agar papa segera sembuh dari sakitnya ini dan bisa kembali berkumpul dengan semuanya tanpa ada air mata kesedihan lagi." doa Dika dengan sedikit senyum di wajahnya karna sudah ada titik terang buat kesembuhan papa Juna.


.


.

__ADS_1


Keesokan harinya, yang di tunggu tunggu pun tiba,di mana papa Juna dan seseorang yang akan mendonorkan ginjalnya buat papa Juna pun sudah berada dalam satu ruangan karna papa Juna sengaja meminta waktu untuk bertemu dengan pendonornya itu untu mengucapkan sesuatu yang sangat penting berdua saja tanpa siapa pun dan tanpa orang itu ketahui kalo ruangan itu sudah di lengkapi dengan kamera tersembunyi untuk merekam pembicaraan mereka saat itu agar nanti saat papa Juna akan mewujudkan keinginan orang itu papa Juna bisa menunjukan rekaman tersebut pada keluarganya apa yang di minta orang tersebut sebagai ganti ia telah mendonorkan ginjalnya buat papa Juna. karna setelah ia mendonorkan ginjalnya tersebut maka sudah di pastikan orang itu aka meninggal tapi bukan karna mendonorkan ginjalnya melainkan penyakit bawaan yang ia derita selama ini, dan untuk itu papa Juna butuh bukti agar ia tidak di bilang bahagia di atas penderitaan orang lain dengan kata lain mengorbankan hidup seseorang agar ia bisa hidup.


sekitar dua jam pertemuan antara papa Juna dan seseorang itu, akhirnya papa Juna keluar dari ruangan tersebut dan kembali ke kamarnya menunggu dengan sedih karna itu adalah pertemuan terakhirnya pada orang itu. awalnya papa Juna tidak mau menerima ginjal orang tersebut jika ada akhirnya orang itu akan meninggal tapi setelah mendengarkan penjelasannya dan juga alasan atas permintaanya itu akhirnya papa Juna mengalah dan menerima apa uang orang itu mau,


meski harinya sakit saat mendengar kata demi kata yang di ucapkan orang itu tapi satu hal yang membuat papa Juna menerima itu adalah bukti cintanya pada keluarganya bahwa dia sangat mencintai keluarganya hingga ia rela mati demi menyelamatkan keluarganya di saat ia sedang sakit seperti ini dan tidak bisa berbuat banyak meski memiliki kekuasaan tapi itu tidak akan cukup tanpa seseorang yang pasti untuk melindungi keluarganya. dan juga agar organ tubuhnya bisa bermaafan bagi orang lain setidaknya ia bisa berbuat baik di akhirat ayatnya.


meski dalam keadaan hati yang sedih, tapi papa Juna tetap berkuasa sekuat mungkin agar bisa menjalankan amanah dari orang tersebut dan salah satu jalanya adalah agar papa Juna sembuh dulu.


.

__ADS_1


.


.


Bersambung...


Maaf ya kakak kakak semua yang sudah dengan setia masih menunggu kelanjutan cerita ini,


sungguh author minta maaf karna baru bisa up karna kesibukan author di dunia nyata membuat author tidak bisa berpikir tenang untuk melanjutkan cerita ini, dan kini author sudah lebih baik jadi author berharap masih ada kakak kakak yang mau menunggu kelanjutan cerita ini, karna akan ada kelanjutan yang misteri dan tentunya membuat kakak kakak bingung untuk menebaknya..

__ADS_1


__ADS_2