Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 59


__ADS_3

Dengan tangan bergetar Dina mengambil handphonenya dan langsung mencari nomor kakaknya agar kakaknya bisa membawanya serta ibunya pergi dari rumah karna tak ingin sampe Bagas berhasil melakukan rencananya.


Tut.... Tut... Tut...


"Halo.." sahut Dian dari sebrang sana.


"Kak, tolong jemput aku dan ibu sekarang kak, aku takut.." ucap Dina dengan nada bergetar menahan takut.


"Kamu dimana dek, ada apa?" tanya Dian panik.


"Aku di rumah kak, tolong jemput aku kak aku gak mau Bagas datang kerumah jemput aku kak." ucap Dina panik.


"Apa...? Emang apa yang terjadi dek, kenapa kamu takut dengan Bagas, apa yang sudah kamu lakukan sama dia?" tanya Dian yang mulai panik.


"Nanti aku ceritakan kak, tapi yang jelas aku harus segera pergi dari sini kak, agar Bagas tak bisa menemukan aku kak, please kak jemput aku dan ibu." ucap Dina yang sudah menangis menahan takutnya.


"Ya udah, kakak ijin dulu sama bos kakak ya, bentar lagi kakak telpon kamu lagi ya, dan kamu sama ibu jangan keluar dari rumah, tetep diam di rumah dan kunci semua pintu rumah jangan keluar rumah kalo ada yang datang, sebelum kakak datang diam saja biar di kira tak ada orang di rumah." ucap Dian panik saat baru ingat ucapan Diki beberapa waktu lalu.

__ADS_1


"Iya kak, aku tunggu kak, cepat ya." ucap Dina dan setelah itu sambungan telpon pun terputus.


Dian langsung mencari Diki di kamarnya karna tadi Diki tadi pamit ke kamarnya untuk membersihkan badannya.


Tanpa mengetuk pintu Dian langsung masuk begitu saja ke dalam kamar Diki dan kebetulan Diki baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuh bagaian bawahnya saja.


"Aaaa..." jerit Dian saat melihat Diki yang begitu seksi di matanya dengan roti sobek di tubuhnya yang sangat menggiurkan untuk di sentuh dan langsung membalikan badannya karna malu.


Diki yang mendengar jeritan Dian langsung melihat Dian dan dengan sengaja Diki mendekati Dian untuk menggodanya karna Diki sangat gemas dengan tingkah Dian yang malu malu itu.


"Ma...Mas... Pake baju dulu..." cicit Dian gugup.


"Ada perlu apa kamu kemari tanpa mengetuk pintu hem...?" tanya Diki tanpa menghiraukan ucapan Dian.


"I..I.. Itu... Dian mau minta tolong.." ucap Dian.


"Minta tolong apa?" tanya Diki dan sengaja memeluk Dian erat dan semakin membuat Dian gugup.

__ADS_1


"Mas jangan seperti ini..." ucap Dian mencoba melepaskan pelukan Diki.


"Kenapa? Mas suka, dan ingin seperti ini terus.. kita nikah yuk..." ajak Diki dan semakin mempererat pelukannya dan menyandarkan kepalanya di pundak Dian.


"Masak mas ajakin Dian nikah seperti ini sih, gak romantis banget." sewot Dian dan melepaskan pelukan Diki dengan kasar dan pergi begitu saja tanpa melihat Diki lagi.


"Oh ya, Dian tunggu di ruang keluarga secepatnya dia mau minta tolong penting dan harus secepatnya." ucap Dian dan setelah itu pergi dari h


kamar Diki.


Diki mengembangkan senyumnya melihat tingkah Dian yang merajuk seperti itu, sungguh sangat menggemaskan, dan setelah itu Diki berjalan ke arah lemari untuk mengambil baju karna sadar akan ucapan Dian yang menunggunya di ruang keluarga dan Diki yakin pasti penting menyangkut adiknya itu.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2