
Mendengar jawaban Tomi membuat Diki bingung harus berbuat apa pada anak kecil di dalam sana, Diki tak tau harus berbuat apa dan akhirnya Diki pun mengambil handphonenya untuk menghubungi Dika untuk pulang sekarang karna ada yang ingin di bicarakan penting begitu juga dengan mama Nadin dan papa Juna Diki juga memberitahu agar tidak pergi dulu dari rumah.
Setelah selesai menelpon anggota keluarganya, Diki meminta Tomi untuk menunggu sebentar karna dia mau pamit dulu dengan Dian mau pulang agar Dian tidak nyariin dia nanti, dan Tomi pun meng iyakan dan menunggu di depan kamar rawat Citra.
"Dian, mas pulang dulu, mau mandi dan ganti baju, nanti mas bawakan baju ganti kamu, mungkin mas kesininya agak sore gak papa ya, soalnya mau ke rumah utama dulu ada berkas yang tertinggal disana." alasan Diki agar Dian tidak curiga.
"Iya mas gak papa. Mas hati hati ya pulangnya." ucap Dian lembut.
"Lagi sebentar akan ada orang yang mengantar makan siang buat kamu, kamu jangan keluar dari kamar ini, kalo mau belanja minta pada orang yang akan membawakan kamu makan siang untuk membelikan karna dia yang akan menjaga kamu disini ok." ucap Diki tegas tak terbantah dan Dian hanya bisa mengiyakan kemauan Diki karna Dian pikir itu untuk kebaikannya.
"Ya udah mas pulang ya." ucap Diki dan mengecup pucuk kepala Dian setelah itu pergi dari sana meninggalkan Dian dengan wajah merah merona mendapatkan kecupan mendadak lagi dari Diki.
.
__ADS_1
Setelah beberapa waktu berlalu kini Diki sudah duduk di ruang keluarga dengan orang tuanya, Dika Kiara tak lupa Rey yang selalu ikut hadir dalam pertemuan keluarga ini.
"Apa yang ingin kamu bicarakan Diki?" tanya papa Juna memulai obrolan yang dirasa tegang itu.
"Anak Clarisa berada di rumah sakit." ucap Diki datar.
"Trus apa hubungannya dengan kamu? jangan bilang kamu yang membuat dia masuk rumah sakit?" tebak papa Juna.
"Enggak lah pah, Diki cuma nolong aja, tapi..." ucap Diki menggantungkan ucapannya karna bingung antara kasihan dan juga sakit hati.
Diki menghela nafas panjang sebelum melanjutkan lagi ceritanya.
"Anaknya amnesia dan ibunya tidak bisa bersama anaknya." ucap Diki.
__ADS_1
"Maksudnya gimana? coba kamu jelaskan dengan benar agar kami ngerti." ucap papa Juna dan akhirnya Diki pun menjelaskan kondisi Citra dan juga Tomi yang menjelaskan ke beradaan Clarisa saat ini.
"Kasihan banget nasib anak itu." ucap mama Nadin setelah mendengarkan cerita dari Diki.
"Kenapa gak Lo terima aja dia jadi anak Lo.?" ucap Rey bicara tanpa pikir.
"Gue benci ibunya dan gue gak Sudi di panggil papa oleh anak dari perempuan ****** itu, kalo bukan karna Dian yang minta untuk gue bunda kasih tau ke dia kalo gue bukan orang tuanya udah gue lakuin dari tadi tapi karna Dian kasihan karna sama tu anak yang gak ada ibunya makanya gue tahan." ucap Diki kesal dan sedikit marah karna tak terima Rey bilang begitu dengan mudahnya menyuruhnya menerima anak dari ****** itu.
"Tapi masalahnya tu anak lupa ingatan jadi dia tidak tau siapa ibunya, karna Lo dan Dian yang dia lihat maka tu anak kira Lo bokap nyokapnya." ucap Rey lagi.
"Tapi gue benci banget ibunya kak Rey.." ucap Diki lirih dan terisak karna memendam sakit hati begitu lama karna perempuan itu.
.
__ADS_1
.
Bersambung....