
Dika pun meminta pelayan untuk mengambilkan laptop yang ada di ruang kerjanya untuk membuka cctv di apartemen Diki, dan tak lama datanglah pelayan itu dengan membawa laptop yang di minta Dika beserta Rey yang juga datang ke sana karna ada yang ingin di sampaikan pada Dika tentang pekerjaan.
Baru juga Rey duduk datanglah Tomi dengan wajah tegang karna ada sesuatu yang penting yang ingin dia kasih tau pada Diki.
"kenapa muka Lo tegang gitu?." tanya Rey saat melihat wajah tegang Tomi.
"Ada masalah Dik, dan ini tentang keluarga Dian." ucap Tomi.
"Ada apa?" tanya Diki.
"Anak bu Marta cari masalah sama keluarga Dian karna tidak terima ibunya di penjara karna kasus Dian waktu itu." ucap Tomi.
__ADS_1
"Apa yang dia lakukan?" tanya Diki dingin.
"Adik Dian hampir di perkosa sama anak itu, dan rencananya setelah ia puas make mau di jual di club' jadi wanita penghibur yang kasusnya hampir sama kaya Dian waktu itu. Tapi bedanya adik Dian tidak tau rencananya itu karna adik Dian pacaran sama anak Bu Marta yang baru pulang dari kuliah di luar negri dan Dian sengaja melakukan itu untuk balas dendam." ucap Tomi.
Mendengar ucapan Tomi seketika tangan Diki terkepal sungguh Diki sangat marah karna sudah ada yang berani mengusik keluarga orang yang dia sayangi berarti sama saja dengan mengusik dia.
"Terus apa yang udah Lo lakuin sama bajingan itu?" tanya Diki menahan amarahnya sampe buku buku tangannya mutih akibat kepalan tangannya yang terlalu kuat.
"Gue udah nyuruh anak buah kita untuk terus memantau bocah itu karna yang gue dengar dari anak buah kita yang kebetulan berteman sama dia bilang kalo nanti malam dia akan melakukan rencananya itu, bocah itu akan membawa adik Dian ke makan malam dan disana dia akan memulai rencananya yang akan memberi minuman yang berisi obat perangsang." papar Tomi.
"Lo tenang aja, anak buah kita sudah menyebar untuk menjaga adik Dian dan juga mengawasi pergerakan tu bocah." ucap Tomi meyakinkan Diki.
__ADS_1
Karena perbincangan dengan Tomi sampe Diki lupa kalo Dika lagi memeriksa cctv apartemennya yang ingin mengetahui kegiatan Dian tanpa Diki, dan Diki pun tak sadar jika Dika dan Rey sedari tadi tersenyum karna sudah mendapatkan jawaban dari keresahan hati Diki, dan jika Diki tau apa yang Dika dan Rey temukan mungkin saat ini juga Diki akan pulang ke apartemennya untuk menemui Dian dan langsung meminta jawaban atas pernyataannya waktu itu karna sudah pasti Dian akan menjawab sesuai yang Diki mau.
"Lo gak ada niat balik ke apartemen Dik?: tanya Rey memancing Diki.
"Gak dulu lah kak, gue masih nyiapin hati jika nanti Dian nolak gue, hampir tiga bulan dia gantung perasaan gue, jadi yakin gue kalo Dian tidak punya perasaan apa pun pada gue kak." ucap Diki lemas.
"Kenapa gak Lo coba tanya aja langsung pada orangnya, kan agar lebih pasti dari pada Lo cuma nebak aja." ucap Rey memberi saran.
"Ntar dulu lah kak, nanti kalo gue udah siap lahir batin untuk mendengar Dian nolak gue saat itu juga gue akan melepaskan perasaan gue buat Dian kak, makanya sekarang gue lagi nyiapin hati buat patah hati Kak,." ucap Diki lemas dan menghela nafas panjang membayangkan Dian menolaknya.
.
__ADS_1
.
Bersambung....