Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 104


__ADS_3

Saat sampai di rumah, Diki menuntun Dian masuk ke dalam rumah dan meminta asisten rumah tangganya untuk mengambil semua belanjaannya di mobil untu di bawa ke kamar sebelah kamarnya yang memang di sediakan untuk calon anaknya nanti.


"Loh Diki Dian kenapa?" tanya mama Nadin khawatir saat melihat wajah Dian yang pucat dan terlihat sangat lelah.


"Aku cuma ke capean saja mah." jawab Dian terlebih dahulu agar mama Nadin tidak khawatir.


"Ya udah langsung istirahat ya sayang, bersih bersih dulu, biar nanti perlengkapan baby biar si mbok yang beresin."ucap mama Nadin penuh perhatian.


"Iya mah, aku ke kamar dulu ya mah, oh ya, tadi mas Diki beli gorengan lumayan banyak mah."ucap Dian dan membuat mata mama Nadin berbinar mendengar kata gorengan karena akhir akhir ini mama Nadin sangat menyukai bermacam jenis gorengan.


"Makasih sayang, nanti mamah bagi dua ya biar kamu juga bisa makan nanti mamah suruh bik Asri bawakan ke kamar kamu." ucap mama Nadin dengan senyum pepsodent.


Dian dan Diki pun berlalu dari hadapan mama Nadin menuju kamar karena Dian sudah sangat lelah dan kakinya pun sudah sangat bengkak, saat sampai di kamar mandi pun Dian langsung ke kamar mandi sendirian karena Diki sedang menerima telpon dari Tomi.


Baru saja Dian masuk kamar mandi dan membuka bajunya, namun kakinya yang tak kuat menahan berat tubuhnya karena keadaanya yang tak seimbang dan juga kakinya yang yang sudah sangat bengkak membuat dia tak sengaja menabrak wastafel membaut perutnya terbentur sangat keras.

__ADS_1


"Mas...."jerit Dian dan seketika membuat Diki melempar handphonenya karena terkejut yang kebetulan baru saja selesai menerima telpon.


"Ah......"jerit Dian lagi semakin membuat Diki panik dan langsung mendobrak pintu kamar mandi karena Dian kebiasaan mandi selalu mengunci pintunya.


Brak...


"Sayang..." ucap Diki dan langsung menggendong Dian tapi saat baru mengangkat kaki Dian ke pahanya Diki di buat terkejut karena melihat ada darah di bawah paha Dian.


"Mas sakit .." ucap Dian lirih.


"Mah... "teriak Diki sambil berlari menggendong dari atas tangga membuat mama Nadin dan Kiara yang berada di dapur lagi makan gorengan yang di bawa Dian pun kaget dan segera meninggalkan meja makan berlari


menghampiri Diki yang tengah menggendong Dian dengan daster yang sudah di penuhi banyak darah.


"Astaga.. apa yang terjadi?"cepat bawa Dian ke rumah sakit."ucap mama Nadin panik melihat Dian dengan keadaan seperti itu.

__ADS_1


"Diki gak tau mah, ini mau bawa Dian ke rumah sakit, mba minta tolong siapkan perlengkapan Dian ya, Diki duluan." ucap Diki dan segera berjalan menuju pintu keluar di ikuti mama Nadin.


Sedangkan Kiara akan menyusul ke rumah sakit setelah menyiapkan keperluan dan juga tak lupa Kiara mengabari Dika dan juga papa Juna agar segera ke rumah sakit karena kebetulan Dika dan papa Juna pergi ke rumah kolega bisnisnya karena ada urusan.


Sedangkan Citra ia titipkan pada asisten rumah tangganya untuk menjaganya.


"Mudah mudahan tidak terjadi sesuatu pada Dian dan juga kandungannya, ya Allah..." ucap Kiara setelah selesai menghubungi suami dan juga mertuanya.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2