Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 183


__ADS_3

"Apa yang membuat Kiara pingsan mah?" tanya Dika saat dirinya baru saja memasuki kamarnya dengan wajah panik.


"mama juga tidak tau nak, tadi Kiara pingsan saat membawakan papa teh seperti biasanya namun tak lama saat Kiara pamit membawakan teh buat papa ke ruang kerja, papa berteriak minta tolong dan bilang kalo Kiara pingsan." jelas mama Nadin seperti yang ia tau karna mama Nadin juga tidak tau penyebabnya Kiara pingsan.


"apa sudah ada yang menelpon dokter keluarga?" tanya Dika sambil membelai wajah Kiara yang sedang terlelap itu.


"sudah, tadi bik Sumi yang menelpon dokter keluarga kita d


paling sebentar lagi sampai." ucap Mama Nadin yang duduk di sebelah kiri Kiara sedangkan Dika duduk di sebelah kanannya.


"mah, tolong jagain Kiara bentar ya, Dika mau bertemu papa." ucap dika dan jawab anggukan oleh ibunya setelah itu Dika pergi dari kamarnya dan menuju ruang kerja papanya untuk mencari tahu apa penyebab Kiara pingsan karna Kiara tidak akan mudah pingsan kalo tidak mendengar kabar buruk.


Tok... tok... tok

__ADS_1


"masuk sahut papa Juna dari dalam ruangannya.


"Pah...." ucap Dika saat dirinya membuka pintu ruangan papa nya.


"masuk nak.." ucap papa Juna yang seakan tau kalo Dika akan datang menemui dirinya.


"boleh Dika bertanya pah?" tanya Dika saat dirinya sudah duduk di depan papa Juna.


"silahkan nak, apa yang ingin kamu tanyakan pada papa? papa akan berusaha menjawab jujur apa pun pertanyaan yang ingin kamu tanyakan pada papa." ucap papa Juna seakan sudah siap untuk jujur tentang penyakitnya yang ia sembunyikan selama ini, karna papa Juna merasa ini adalah waktu yang tepat karna cepat atau lambat semua orang akan tau sebab perhatian Diki dan Tomi padanya yang cenderung lebih dari biasanya sudah pasti membuat yang lain curiga.


"Ya.. selama ini papa menyembunyikan sesuatu dari kalian semua, dan papa lakukan itu karna papa punya alasan. juga papa tidak ingin kalian sampai khawatir terhadap papa karna papa gak mau membuat kalian khawatir. papa tidak ingin melihat kalian semua orang orang yang papa sayangi menangis karna papa sebab papa ingin jika nanti waktunya tiba papa pergi dengan melihat senyum kalian bukan air mata kalian karna senyum kalian adalah semangat papa, terutama mama, makanya semasih papa ada waktu papa akan selalu memberikan yang terbaik untuk mama agar suatu saat di saat papa sudah tidak disini lagi mama masih bisa tersenyum dengan mengenang semua kenangan indah yang pernah di lewati bersama papa." ucap papa Juna sambil menerawang membayangkan wajah istrinya yang sangat di cintai itu.


"maksud papa? papa akan pergi meninggalkan mama gitu? tanya Dika dengan perasaan yang sudah tak menentu mendengar ucapan papanya juga dengan melihat kondisi papanya yang kian menurun di matanya membuatnya takut.

__ADS_1


"Ya, suatu saat nanti jika sudah waktunya tiba papa akan pergi meninggalkan kalian semua." ucap papa Juna sambil tersenyum seakan ia sudah ikhlas jika harus di panggil.


"papa mau pergi kemana? bilang sama Dika biar Dika bisa ikut pergi sama papa karna Dika tidak ingin papa pergi sendiri dengan ke adaan papa yang semakin lemah gini " ucap Dika berusaha berpikir positif dan menekan rasa takutnya agar apa yang ia takutkan tidak terjadi.


"Nak kamu anak laki laki tertua di keluarga ini, papa minta jika nanti papa sudah pergi, tolong gantikan tugas papa untuk menjaga kalian semua agar tetap aman dan bahagia. dan kamu tidak akan bisa ikut papa pergi karna kamu sehat tidak seperti papa yang sudah sekarang ini, karna papa mengidap penyakit yang mematikan dan umur papa sudah tidak lama lagi, jadi papa mohon sama kamu turuti amanah yang papa berikan sama kamu." ucap papa Juna memberikan amanah pada Dika dan jujur tentang penyakitnya.


"apa...?" tanya Dika kaget...


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2