Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 109


__ADS_3

Setelah puas melepas rindu dengan Dian, Diki pun baru ingat kalo dia belum memanggil dokter untuk memeriksa ke adaan Dian juga memberi kabar pada Mama Nadin yang masih menemani kedua anaknya di ruang NICU.


"sayang mas panggil dokter dulu ya buat memeriksa keadaan kamu dan juga buat kasih tahu mama kalau kamu sudah sadar."ucap Diki pada Dian meski sebenarnya Diki belum rela berpisah lagi meski untuk memanggil dokter tapi ia tetap melakukan itu karena saat ini dia butuh pemeriksaan untuk mengetahui keadaannya setelah seminggu lebih mengalami koma.


Setelah Diki keluar tak lama datanglah dokter memeriksa ke adaan Dian dan dokter pun menyatakan kalo keadaan Dian sudah normal tinggal pemulihan saja mungkin dua tau tiga hari lagi Dian bisa pulang kalo gak ada keluhan sama sekali setelah sadar.


Dia ruangan NICU, mama Nadin masih berdiri di luar jendela melihat anak Diki menangis tapi tak sekencang tadi,cuma tidak mau diam dan terus merengek, seakan tau kalo ibunya sudah sadar ingin segera bertemu dengan ibunya.


Mama Nadin menatap nanar kedua bayi tersebut yang terus merengek tidak mau diam hingga tanpa sadar mama Nadin menangis melihat cucunya yang malang itu.


"Mah, kenapa menangis?" tanya Diki dan menghapus air mata mamanya.

__ADS_1


"Itu anak kamu dari tadi nangis merengek terus mama kasihan lihatnya, gak tega mama." ucap mama Nadin melihat Diki dengan mata memerah.


"Mungkin mereka kangen dengan ibunya, oh ya mah, Dian sudah sadar, yuk kita bawa mereka ketemu dengan bundanya." ucapan Diki senang dengan wajah gembira.


"Yang bener Diki? Dian dan sudah sadar?" tanya mama Nadin kaget bercampur bahagia.


"Iya mah, tadi Diki sudah temui dokter yang menangani Dian, mungkin sekarang Dian lagi di periksa, dan Diki tadi juga minta ijin buat bawa keduanya ketemu Dian, karna Dian ingin melihat anak anak mah," ucap Diki dengan senyum mengembang.


"Ya udah yuk kita bawa ke ruangan Dian, tapi kan Dian masi di ICU Dik apa boleh bayi masuk kesana?" tany a mama Nadin


" Mas ini anak anak ku?" tanya Dian saat melihat dua bayi di dalam boks bayi yang masih merengek.

__ADS_1


"Iya sayang, ini kakaknya."ucap Diki mengambil salah satu dan menyerahkan pada Dian,dan seketika tangis bayi itu hilang, berganti dengan tidur nyaman dalam dekapan hangat Dian.


"Dan yang ini adek," ucap Diki m ngambil yang satunya terus ia gendong dan dekatkan pada Dian, seketika juga tangis bayi itu diam, saat merasakan usapan lembut di kepalanya dari tangan halus bundanya berganti jadi tidur lelap dalam gendongan Diki


Mama Nadin yang dari tadi menyaksikan keharmonisan keluarga anak bungsunya itu tersenyum haru apa lagi saat kedua bayi itu diam saat di dekat bundanya sungguh membuat mama Nadin bahagia karna kebahagiaannya menjadi seorang ibu sudah sangat lengkap saat melihat kedua anaknya bahagia dalam rumah tangga masing masing.


"Mama sangat bahagia melihat kalian seperti ini, mudah mudahan tidak ada badai besar lagi yang menghantam rumah tangga kalian Diki."ucap mama Nadin dalam hati.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung ....


__ADS_2