Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 107


__ADS_3

Pagi hari ini entah kenapa suasana hati Diki tidak menentu dan terasa jantungnya sangat berdebar, Diki tidak tau apa yang akan terjadi namun satu yang pasti bahwa ia hari ini harus pergi ke kantor karena ada rapat penting yang tidak bisa diwakilkan dengan terpaksa Diki pergi ke kantor meninggalkan ke dua buah hatinya dan juga istrinya yang belum kunjung sadar sampai saat ini.


"Tommy apakah meeting ini tidak bisa dipercepat?" tanya Diki berbisik kepada Tomi yang duduk di sampingnya.


"Tidak bisa bos kita belum selesai mendengarkan kan laporan keuangan tahunan karena besok kita akan an ada rapat dewan direksi tentang saham yang mulai goyang dan juga menurun akhir-akhir ini."ucap Tomi


"Memang ada apa bos?" tanya Tomi


"Entahlah, yang jelas perasaan gue nggak enak banget gue ingin cepat sampai di rumah sakit."ucap Diki terus terang sama Tomi agar Tomi bisa mengatur jalannya rapat ini secepat mungkin.


"Baiklah habis rapat lo langsung balik aja ke rumah sakit sisanya biar gue yang urus."ucap Tomi yang tak tega melihat raut wajah Diki yang sudah sangat tegang dan khawatir.


Dua jam berlalu kini saatnya Diki berangkat ke rumah sakit yang diantar oleh sopir karena Tomi tak mengizinkan Diki menyetir mobil sendiri Tomi sangat khawatir dengan keadaan Diki yang kelihatan sangat lelah, bukan cuma adalah fisik tapi hati juga pikiran Diki sangat lelah.


Baru saja Diki menginjakkan kaki di lobby rumah sakit handphone di sakunya berdering dengan segera Diki mengambil dan melihat siapa yang memanggilnya dan ternyata dari sang mama.

__ADS_1


"Halo mah..."sapa Diki.


"Nak kamu lagi dimana?" tanya Mama Nadin.


"Ini Diki sudah di lobby rumah sakit mah ada apa?"tanya Diki dengan jantung yang berdetak semakin kencang.


"Kamu cepat ke ruangan NICU ya."ucap Mama Nadin pelan.


"Ada apa mah?"tanya Diki lagi dengan perasaan khawatir namun kakinya tetap melangkah menuju ruang NICU tempat di mana kedua buah hatinya berada.


Setelah panggilan telpon berakhir Diki pun langsung memasukkan kembali handphonenya dan berlari kencang menuju ruangan NICU tanpa peduli dia menjadi tontonan karena berlari di rumah sakit dan beberapa kali sempat menabrak suster hingga akhirnya dari jarak yang lumayan dekat dengan ruangan anaknya Diki mendengar suara tangisan yang sangat kencang semakin membuat hatinya bergemuruh.


"Mah.." panggil Diki dari keluar ruangan saat melihat Mama Nadin Dan beberapa suster serta dokter yang merawat anaknya tengah panik sebab kedua bayi itu menangis dari tadi tiada henti.


"Cuci tangan dulu nak baru habis itu gendong anak kamu."ucap Mama Nadin saat mendengar panggilan Diki.

__ADS_1


Setelah mencuci tangan Diki pun mendekati suster yang menggendong salah satu bayinya untuk dia timang agar anaknya berhenti menangis.


"Kenapa bisa menangis seperti ini mah? apa dia kelaparan?"tanya Diki pada Mama Nadin.


"Mereka tidak laper dan mama juga tidak tahu kenapa mereka menangis menjerit seperti ini bahkan dokter sama suster pun kewalahan menangani mereka."ucap Mama Nadin.


"Nak jangan nangis ya, ini ayah udah di sini maaf tadi ayah ninggalin kalian karena ayah harus pergi sebentar udah ya nangisnya."ucap Diki menimang anaknya yang ada di gendongannya dengan satu tangan sedangkan satu tangannya lagi ya usapkan di kepala anaknya yang berada di gendongan Mama Nadin.


"Sayang aku mohon bangunlah anak-anak butuh kamu aku juga butuh kamu aku mohon cepat bangun sayang, apa kamu tidak kasihan dengan kami yang masih sangat membutuhkan kamu."ucap Diki dalam hati menjerit menahan sakit saat melihat anaknya menangis seperti ini.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2