Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 158


__ADS_3

setelah selesai melakukan meeting dadakan dengan para lelaki keluarga Wijaya. Dicky langsung pamitan kepada semuanya untuk kembali lagi karena rawat dia karena Dicky ingin membicarakan hal serius menyangkut tentang operasi pengangkatan rahim yang harus dilakukan Dian.


saat gigi berjalan di lorong rumah sakit tak sengaja Dicky menabrak seseorang hingga membuat barang bawaan yang dibawa perempuan itu jatuh berserakan begitu juga dengan ponsel Dicky yang jatuh tepat di bawah kaki perempuan itu.


dengan segera Dicky berjongkok dan mulai membantu perempuan itu masih barang-barangnya.


"maaf saya tidak sengaja"ucap dikit tanpa melihat wajah perempuan itu yang sedari tadi terdiam karena menetap wajah Dicky laki-laki yang sangat perempuan itu rindukan.


"mas Dicky..."Ucok perempuan itu yang tak lain adalah Clarissa.


mendengar namanya disebut dengan suara seseorang yang terdengar tidak asing di telinganya membuat Diki langsung mendongakkan kepalanya dan menatap wajah perempuan itu yang seketika membuat Dicky mematung.

__ADS_1


beberapa menit berlalu hingga Diki bisa kembali menguasai dirinya dan kembali membereskan barang-barang Clarissa yang terjatuhan tak lupa Diki mengambil handphonenya setelah itu Dicky mengembalikan barang-barang itu pada Clarissa dan pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun lagi terucap dari bibir Dicky.


"mas... mas Dicky tunggu aku mas." panggil Clarissa namun tak digubris Dicky dan Dicky terus melangkah tanpa menoleh sedikitpun.


karena berjalan terlalu tergesa-gesa hingga Dicky lagi menabrak seseorang namun kali ini yang ditabrak adalah Elio ponakannya anak dari Dika kakaknya.


"maaf maaf..."kecap Dicky dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Om kenapa Om kok jalannya buru-buru gitu sampai nggak lihat kakak berada di sini?"tanya Elio pada Dicky.


"Abang sama adik lagi berada di ruangan tante Om. ini kakak disuruh untuk panggil om dan yang lainnya buat makan siang karena tadi bibi sedang bawakan makan siang buat kita semua dari rumah."ucap Elio.

__ADS_1


"ya udah yuk sekarang kita balik ke kamar tante nanti Om yang telepon yang lain agar segera ke ruangan tante."dan diangguki helio setelah itu keduanya pun berjalan menuju ruangan Dian dan tak lupa Dicky mengabari yang lainnya agar segera menuju ke ruangan Dian untuk makan siang bersama seperti titah Kanjeng ratu nyonya Nadin karena kalau sudah mama Nadine memberikan perintah semua para lelaki keluarga Wijaya itu tidak ada yang berani membantah ataupun menolak perintah Kanjeng ratu.


.


saat ini seluruh keluarga sedang berkumpul di ruangan Dian melakukan makan bersama sebagai wujud bentuk rasa syukur karena Dian yang sudah sadar dan sudah bisa kembali lagi di tengah-tengah keluarga Wijaya dan tak lupa di sana juga ada ibu Dian dan juga adiknya Dian Dina serta Tommy dan Rey yang juga membawa istri dan anaknya hingga membuat ruangan Dian yang kamarnya berukuran sangat besar itu menjadi penuh dan terdengar gelak ketawa di sana.


namun di tengah kebahagiaan seluruh anggota keluarganya Dicky merasa tidak tenang dan gelisah saat tadi dia bertemu dengan mantan istrinya Clarissa apalagi tiki sempat tadi melihat dan memperhatikan wajah Clarissa yang tidak terlihat seperti seperti dulu saat masih menjadi istrinya yang terlihat cantik modis dan anggun kini penampilan Clarissa justru kebalikannya yang terlihat di mata Dicky wajah Clarissa penuh dengan beban dan Dicky sempat melihat pancaran mata Clarissa sangat sendu tidak seperti dulu yang cerah dan bersinar.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2