
Di tepat yang berbeda tepatnya di kota Bandung, seorang laki laki baru saja turun dari bus di terminal dan tengah berjalan kaki menuju temannya yang sudah menunggunya di depan terminal yang ia suruh menjemputnya tadi.
Dan laki laki itu adalah Bagas laki laki yang dari dulu menyukai Dian dan lebih cenderung terobsesi untuk mendapatkan apa pun akan dia lakukan asalkan mendapatkannya dan berakhir akan mencelakai jika sudah tidak ada celah untuk mendapatkannya seperti sekarang ini.
"hai brow.. sudah lama sampe?" tanya Bagas pada temannya yang berdiri di depannya dan langsung melakukan tos ala mereka.
"tidak juga, baru beberapa menit yang lalu, yuk langsung balik, anak Anka sudah pada nunggu." ucap teman Bagas yang bernama Wahyu.
"Lo kasih tau mereka kalo gue mau datang?" tanya Bagas.
"Iya lah, kan mereka juga pada kangen sama lo, oh ya nanti gue bawa Lo ke tempat baru karna ada seseorang yang mau ketemu sama lo." ucap Wahyu dengan senyum manis di wajahnya.
Tanpa Bagas tau kalo Wahyu adalah salah satu anak buah Tomi yang yang di tugaskan untuk menangkap Bagas, awalnya Wahyu kaget saat di kasih lihat foto target yang harus di buru namun setelah di kasih tau alasan penangkapan target yang sudah sangat keterlaluan membuat Wahyu terpaksa dan dengan berat hati melakukan tugas itu meski dalam hati tak tega dan kasihan karna mungkin ini adalah terakhir kalinya ia melihat sahabat karibnya itu karna Wahyu yakin setelah hari ini ia tidak akan bisa melihat sahabatnya itu mungkin hanya tinggal nama saja.
__ADS_1
"Maafin gue gas, gue terpaksa lakuin ini karna perbuatan Lo udah sangat keterlaluan banget, dan gue gak nyangka Lo akan sampai terobsesi seperti ini sama Dian, sekali lagi maafin gue Gas dan selamanya Lo akan jadi sahabat karib gue yang paling baik." ucap Wahyu dalam hati dan menatap nanar sahabatnya itu.
"Kenapa Lo dari tadi lihatin gue kaya gitu? apa ada yang aneh dari wajah gue?" tanya Bagas karna melihat Wahyu yang melihatnya dengan pandangan yang berbeda dari biasanya.
"Gak, wajah Lo gak ada yang aneh, dari dulu sampe sekarang tetap ganteng maksimal."ucap Wahyu.
"Oh ya nanti gue cuma anterin Lo sampe sana aja ya,soalnya gue ada urusan bentar masalah kerjaan" ucap Wahyu berbohong karna Wahyu gak akan sanggup melihat sahabatnya itu di eksekusi di depan matanya sendiri.
"Oh.. gak apa, tapi disana gue gak sendiri kan soalnya males banget kalo sendiri."ucap Bagas.
"Sama bos Tomi" lanjut Wahyu dalam hati.
Di sebuah rumah Tomi dan beberapa anak buahnya sedang menunggu kedatangan Bagas dan sudah menyiapkan beberapa alat untuk mengeksekusi Bagas, sungguh Tomi sangat marah dengan apa yang di lakukan Bagas pada Dian sungguh laki laki itu sudah sangat keterlaluan dan Tomi berjanji akan memberikan pelajaran yang setimpal dengan apa yang di lakukan pada Dian sebelum menyerahkan pada polisi agar laki laki itu jera.
__ADS_1
"akan ku buat laki laki itu merasakan apa yang kini di rasakan Dian dan si kembar, aku gak akan. rela jika ada yang menyakiti si kembar, karna bagi ku Fazal dan Fadhel adalah anak anak ku juga." ucap Tomi geram karna Tomi sangat menyayangi kedua anak Diki itu.
Saat sedang memikirkan hukuman untuk Bagas, handphone Tomi berdering dan langsung saja Tomi menerima panggilan tersebut yang tak lain adalah orang suruhannya yang di suruh mengawasi dan menjaga Diki dan keluarganya di rumah sakit.
"Halo..." Jawab Tomi saat panggilan telepon itu terhubung.
"Apa...?" kaget Tomi dan seketika tubuh Tomi diam membantu.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Ada apa ya....? kok jadi othor yang deg degan ya..