
tiga hari sudah Dian dirawat di rumah sakit dan selalu ditemani Dicky beserta kedua anaknya yang tak ingin lagi berjauhan dari sang bunda membuat Dian merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena dibalik kesedihan yang dialami karena harus merelakan rahimnya diangkat kini berganti dengan kebahagiaan dan rasa syukur karena kedua buah hatinya dan juga suaminya selalu berada di sampingnya saat dirinya berada di dalam titik terendah.
"sayang minum obat dulu.."pinta Diki lembut.
"iya mas... mas tolong bilang sama dokter aku ingin rawat jalan aja mas aku bener-bener udah ngerasa bosan tinggal di rumah sakit lagian juga kasihan anak-anak yang harus nggak sekolah karena ingin terus berada di sampingku mas."pinta Dian lembut dan segera meminum obat yang dikisodorkan terhadapnya.
"iya sayang nanti mas bicarakan sama dokter sekaligus mas ingin mengetahui kondisi kamu saat ini apa udah benar-benar boleh apa belum karena mas nggak ini melihat kamu sakit lagi sayang."ucap Diki lembut sambil membelai kepala Dian dengan sayang.
"ya mas."jawab Dian patuh.
"mas anak-anak mana kok dari aku bangun tidak melihat mereka?"tanya Dian karena sudah dari tadi bangun pagi tidak melihat kedua buah hatinya itu.
"mereka lagi sarapan sama Angel sayang."jawab Dicky.
"mereka ke sini cuma bertiga mas mbak Kiara ikut nggak?"tanya Dian.
__ADS_1
"ya tadi mereka bertiga aja Mbak kiaranya nggak ikut karena lagi buatin cheese cake buat anak-anak karena Mbak Kiara nanti siang katanya mau ke sini sambil mengantar makan siang buat kita."jawab Dicky seketika membuat hati Dian lega karena ada sesuatu hal yang ingin Dian sampaikan kepada Kiara karena hanya perempuan yang mengerti masalah perempuan.
"bunda...."teriak si kembar F dari arah pintu.
"salam dulu sayang saat jangan teriak.."ucap Lina princess keluarga Wijaya yang berhati baik dan lembut itu sama seperti Kiara ibunya.
"assalamualaikum om tante.."ucap ketiganya berbarengan dan diikuti si kembar yang cengengesan karena lupa mengucapkan salam saat baru masuk ke dalam ruangan bundanya.
"waalaikumsalam.."jawab Diki dan Dian berbarengan.
"iya Tante tadi sengaja ke sini lebih pagi karena ingin mengajak si kembar sarapan bersama."jawab Lina ramah yang tersenyum tulus kepada Dian tak lupa dia menaruh dua kotak bubur ayam buat Dian dan Dicky.
"ini Tante Om Lina beliin sarapan buat om dan tante."ucap Lina senyum Dan setelah itu duduk di kursi kosong sebelah tempat tidur Dian. sedangkan si kembar F dan si kembar Angel laki-laki sedang asyik bercanda di sofa ruangan Dian.
"tante udah sarapan sayang kalau Om baru belum tadi tante sarapan dengan makanan yang dikasih perawat." ajak dia lembut dan menggenggam tangan Lina yang lembut bagaikan kapas padahal Lina bukan gadis yang manja dan hanya bisa berpangku tangan saja tapi dia adalah gadis yang rajin dan aktif membantu ibunya dan juga art-nya di rumah saat lagi membuat makanan dan kadang dana pun juga suka membantu Mama Nadine dan Kiara merawat beberapa tanaman hias di kebun samping rumahnya.
__ADS_1
"habis dari mana sayang kok bunda baru bangun tidur nggak melihat kalian..?"tanya Dian kepada buah hatinya.
"habis cari sarapan bunda, oh ya tadi pas di jalan mau ke kantin itu Fazal lihat om yang waktu itu nabrak bunda terus Om itu liatin Fazal terus kan Fazal jadi takut."ucapan seketika membuat kelima orang dewasa yang ada di ruangan itu terdiam.
Deg...
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1