Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 167


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah, Diki sangat bahagia melihat ibu, kakak ipar dan istrinya sedang kompak di dapur membuat sarapan sambil bercanda di sela kegiatannya, niat awalnya ke dapur untuk memanggil istrinya untuk mencarikan dasi hitam garis gold yang ingin di pake hari ini karna dia sendiri mencarinya tidak ketemu namun Dicky justru melihat pemandangan indah yang menyejukkan mata dan pemandangan indah itu bukan hanya Dicky yang melihat tapi papa Juna dan Dika yang juga berdiri di belakang Dicky pun juga merasakan hal yang sama. Meski keluarganya sedang di uji dengan berbagai macam masalah datang bertubi tubi tapi insyaallah para istri tetap berdiri di samping para suami dan selalu kompak melakukan semuanya dan selalu menjadi tempat curhat untuk berkeluh kesah yang setia buat para suami dan senantiasa selalu mandi air yang dapat menenangkan dan menyejukkan hati para suami di saat sedang marah dan gundah.


"Tidak ada kebahagian yang paling indah di mata suami dan mertua saat melihat istri dan menantu menantunya rukun dan kompak dalam mengerjakan sesuatu, sungguh papa masih ingin hidup lebih lama lagi agar bisa selalu menyaksikan pemandangan indah ini." ucap papa Juna menatap di mana para perempuan sibuk membuatkan sarapan untuk anak dan suaminya.


"Papa harus panjang umur agar papa bisa melihat Fazal dan Fadhel menikah dan memiliki anak pah, dan kita sama sama menyaksikan semua cucu papah menikah dan memiliki anak." ucap Dicky pada papa Juna.


"Benar pah, kakak juga akan selalu berdoa agar papa dan mama panjang umur dan selalu berada di tengah tengah kami yang tidak bisa apa apa tanpa papa dan mama." ucap Dika menyahuti.


"Papa juga inginnya seperti itu, karna ada sesuatu yang masih belum papa laksanakan dan sekarang masih m nunggu hingga saat itu tiba." ucap papa Juna yang membuat kedua anaknya menaikan kedua alisnya.

__ADS_1


"Apa itu pah?" tanya Dika.


"Menikahkan cucu cucu papa." ucap papa Juna.


"Papa pasti akan menyaksikan pernikahan cucu cucu papah, tapi itu masih nanti pah, karna mereka masih kecil kecil dan sedang mengejar cita citanya." ucap Dika yang Dika pikir yang di bicarakan papanya itu tentang si kembar.


"Papa akan menunggu saat itu, dan papa berharap papa bisa menyaksikan pernikahan cucu papa namun jika nanti papa tidak bisa menyaksikan papa akan membuat surat wasiat agar kalian melaksanakan keinginan papa itu." ucap papa Juan yang seketika membuat suasana jadi Melo.


"Ada apa ini kok pagi pagi sudah berpelukan gitu?" tanya Mama Nadin yang baru datang dari dapur dan berjalan menghampirinya.

__ADS_1


"Gak ada apa kok mah, Dika lagi ingin peluk papa aja." ucap papa Juna yang tak ingin istrinya tau tentang apa yang baru saja di bicarakan ya dengan kedua putranya.


Tanpa semua orang tau kalo sebenarnya papa Juna tengah menyimpan sesuatu dan juga keinginan yang sangat di inginkan terjadi dan juga tanpa semuanya tau kalo papa Juna tengah mengidap penyakit yang sangat mematikan yang selama ini di simpannya rapat rapat termasuk Mama Nadin tidak mengetahuinya karna papa Juna tak ingin ada yang mengasihani dirinya dan membuat orang yang di sayangnya mencemaskan dirinya juga membatasi ruang gerak papa Juna yang memang dasarnya tidak suka berdiam diri hingga tak heran papa Juna manjadi pengusaha sukses sepuluh besar di dunia.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2