
Diki yang awalnya menunduk untuk membenarkan jasnya, langsung mengangkat kepalanya saat mendengar seorang wanita yang memangil namanya, betapa kagetnya Diki saat melihat perempuan yang memanggilnya itu, sungguh Diki sangat kaget melihat wanita itu, begitu juga dengan Tomi yang juga kaget saat melihat perempuan itu yang tak lain masa lalu Diki.
"Laura." ucap Diki lirih.
Tanpa sungkan perempuan itu langsung memeluk Diki dengan erat menenggelamkan wajahnya di dada bidang Diki yang untuk pertama kalinya ia bisa memeluk Diki.
Diki yang merasa tidak nyaman langsung melepaskan pelukan Laura meski susah karna Laura memeluknya dengan erat dan menangis di dadanya dengan terpaksa Diki membiarkan Laura memeluknya dan setelah puas menangis dan memeluk Diki Laura melepaskan dengan sendiri dan menatap Diki penuh luka.
"Udah..." ucap Diki datar dan di jawab anggukan oleh Laura dengan cepat.
"Nanti kita bicara setelah acara ini, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu." ucap Diki lagi dan masih di jawab anggukan oleh Laura.
__ADS_1
"Tuan kenal Laura?" tanya tuan Josep.
"Iya tuan, teman kuliah dulu di Belanda." jawab Diki datar.
Ya, perempuan yang memeluk Diki itu Laura perempuan yang dekat dengan Diki bahkan Laura sering mengklaim Diki sebagai pacarnya saat Diki berada di Belanda selepas perceraiannya dengan Clarisa, meski Laura mengklaim dirinya sebagai pacarnya tapi Diki tak pernah sekali pun merespon apa pun yang di ucapkan atau yang di lakukan Laura karna Diki memang bukan pacarnya namun Diki tak bisa menghentikan Laura mengklaim dirinya karna Laura begitu baik padanya perhatian Laura makin lama bisa meluluhkan hati Diki namun tidak bisa sampe menggetarkan hati Diki karna memang Diki tidak punya perasaan apa pun pada Laura maka saat Diki pulang pun Diki tak ada niat untuk memberi tahu Laura bahkan dia seakan lupa pada Laura saat kehadiran Dian datang di hidupnya.
"Mari tuan saya antar ke meja tuan." ucap tuan Josep dan Diki pun mengikutinya sedangkan Laura juga ikut karna saking kangennya sama Diki dan ingin meminta penjelasan Diki yang menghilang selama ini.
Setengah jam Diki berbincang dengan tuan Josep hingga akhirnya tuan Josep pergi karna ada tamu yang datang lagi membuat Diki punya kesempatan untuk bicara pada Laura, namun saat baru saja ingin bicara ada aja kolega Diki yang datang untuk menyapa Diki dan akhirnya Diki memilih untuk mengajak Dian bicara di restoran agar tidak ada yang mengganggu karna Diki tak punya banyak waktu lagi takut Dian keburu telpon.
Setelah Diki pamitan pada tuan Josep dan putrinya tak lupa menyerahkan kado Diki pun keluar dari hotel itu dan kini disinilah mereka bertiga berada di sebuah restoran dan sengaja Diki tak membiarkan Tomi pergi karna ingin Tomi jadi saksi dan juga ikut menjelaskan semuanya.
__ADS_1
"Kamu apa kabar?" tanya Laura mengawali pembicaraan mereka karna sedari tadi hanya diam saja.
"Aku baik." jawab Diki datar.
"Diki maaf kan aku. Tak ada maksud aku untuk mengkhianati kamu." ucap Laura lirih dan air matanya pun sudah jatuh di pipinya karna Laura sangat mencintai Diki bahkan sampai saat ini.
.
.
Bersambung....
__ADS_1