
UNTUK YANG PUASA DI SARANKAN BACANYA SEHABIS BUKA YA....
Setelah puas membawa Tomi keliling keliling pantai kuta da sekitarnya hingg pukul sepuluh, Diki pun mengajak Tomi pulang karma tak ingin Dian menunggunya terlalu larut. Saat sampai di villa Diki melihat Dian Tidur di sofa ruang tamu bersama Tiga Anggel yang nampak begitu pulas Tidur di karpet bulu di bawah Dian.
Rasa bersalah kini menyerang perasaaan Diki yang hampir seharian dia meninggalkan sang istri bersama ketiga ponakannanya di villa itu.
"Lo langsung bersih bersih terus tidur, besok kita masih harus meninjau proyek yang ada di sini agar kita bisa cepat balik." ucap Diki pada Tomi.
"Soryy....Gara gara nemenin gue lo jadi harus ninggalin Dian sama Angel disini, seharusnya kan lo bulan madu bukan ngurusin orang patah hati."ucap Tomi merasa tak enak hati telah mengacaukan acara bulan madu Diki dan Dian.
"Lo bicara apaan sih, gue gak suka lo bicara seperti itu, lo sahabat gue ya jelas lah gue akan ada di saat ke adaan lo gak baik baik aja, dan untuk urusan bulan madu, di mana pun juga bisa asal sama Dian, di kamar mandi juga ok." ucap Diki yang tak suka dengan ucapan Tomi itu.
__ADS_1
"Mesum lo..!" ucap Tomi kesel.
"Mesum sama istri sendiri gak apa kali, udah sana lo ke kamar, gue mau bangunin ni bocah kembar dulu, biar gue bisa bulan madu lagi." ucap Diki sengaja agar Tomimelupakan rasa bersalahnya itu.
"Angel.... Bangun..." ucap dfiki menggoyangkan lengan ketiga ponakannya itu.
"Om udah puang?" tanya Elo yang langsung bangun saat tangannya di goyangkan dan di susul Elio bangun juga namun tidak untuk Lina, gadis itu masih terlelap dalam tidurnya tanpa terusik sedikit pun.
"Baru aja om pulang, kalian balik kamar ya dan gendong LIna ke kamarnya ya, om mau bawa tante ke kamar juga." ucap Diki dan di jawab anggukan oleh keduanya.
Baru saja Diki keluar dari kamar mandi Diki mendapati Dian duduk di atas tempat Tidur dengan wajah bantalnya, langsung saja Diki mendekati Dian dan tanpa bicara diki langsung mencium bibir Dian yang sudah sangat ia rindukan itu.
__ADS_1
Awalnya ciuman itu lembut dan penuh rasa sayang, namun lama kelamaan ciuman itu jadi menuntut dan penuh nafsu, sehingga apa yang di inginkan Diki pun terjadi hampir dua jam diki baru melepaskan tubuh Dian dari kungkungngannya.
"Makasih sayang, I LOVE YOU.." ucap Diki sebelum mencabut miliknya dari milik Dian dan mengecup pucuk kepala Dian lama.
Dian tak bisa menjawan ucapan cinta Diki karna Dian sudah terlelap dalam tidurnya karna kelelahan melayani hasrat Diki yang terus menggebu tanpa mengenal lelah, meski begitu Dian merasa sangat senang karna Diki selalu bermain lembut dan tak menyakitinya, bahkan Diki terus mengucapkan kata cinta di sela sela erangannya.
Diki memeluk tubuh Dian dengan erat karna rasa kantuk yang menyerang juga lelah, keduanya tidur lelap sangat dan saling memeluk di bawah selimut menutupi tubuh polos keduanya.
.,
..
__ADS_1
Bersambung...
Siang Siang panas,,,,