
Tak terasa keberangkatan Diki keluar kota sudah di hari kedua dan sejak hari itu Dian tidak pernah bisa tidur dan makannya pun juga ikut menurun selera makannya hilang begitu saja seiring kepergian Diki ke luar kota, Dian sering menangis sendiri karena menahan rindu yang begitu membuncah dan juga tendangan di perutnya semakin sering dan keras membuatnya harus menahan sakit tanpa ada Diki yang biasanya menenangkan anaknya saat mendengar suara Diki yang memintanya untuk berhenti.
Mama Nadin, papa Juna Kiara dan Dika pun tahu apa yang dialami Dian saat ini dan ingin memberitahu tentang kondisi Dian pada Diki namun Dian selalu menolak dengan alasan tidak ingin mengganggu pekerjaan Diki agar bisa konsentrasi dan lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya di sana tanpa kepikiran kondisi Dian di rumah yang saat ini sangat membutuhkan kehadirannya.
"Nak Mama kasih tahu Diki ya tentang keadaan kamu di sini mama nggak tega ngelihat kamu seperti ini." ucap Mama Nadin pelan sambil mengelus perut Dian yang keras dengan disusul tendangan beruntun yang cepat.
"Nggak usah mah, Dian nggak papa kok nanti juga hilang sendiri sakitnya kalau dia udah capek." ucap Dian pelan dan merintih menahan sakit di perutnya akibat tendangan anaknya.
"Tapi Mama nggak tega ngelihat kamu seperti ini dian." ucap Mama Nadin khawatir.
__ADS_1
"Dian nggak papa mah."ucap Dian masih kekeh tidak ingin memberitahu mama Nadin bahwa saat ini dia sangat-sangat kesakitan.
"kalau gitu kita pergi ke rumah sakit aja mau kita periksa kondisi perut kamu mama takut terjadi sesuatu sama kamu nak" ajak Mama Nadin
"Nggak usah mah nanti juga hilang sendiri kok sakitnya dan sebentar lagi tendangannya pun pasti akan hilang mah" ucap Dian menenangkan mamah Nadin padahal rasa sakit yang ia tahan saat sungguh sangat sakit namun dia berusaha tenang agar Mama Nadin dan yang lain tidak khawatir dan cemas.
"Dika kamu panggil dokter keluarga sekarang ya, suruh cepetan."ucap papa Juna menyuruh Dika yang saat itu juga lagi berada di kamar Dian melihat keadaan Dian yang lagi menahan sakit.
setengah jam berlalu akhirnya dokter keluarga pun datang dan langsung memeriksa keadaan Dian dan ternyata dia mengalami kram dan disarankan untuk istirahat total selama 2 sampai 3 hari ke depan karena kalau dipaksakan melakukan aktivitas seperti biasanya ditakutkan akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan karena kondisi janin di dalam kandungan Giant saat ini sangat lemah.
__ADS_1
mendengar ucapan dokter tadi siang, malam harinya Dian semakin depresi karna memikirkan kondisi janinnya yang dalam ke adaan lemah dan merasa bersalah pada Diki karna tidak bisa menjaga kandungannya selama Diki pergi, hingga nafsu makan Dian hilang meski sudah diganti dengan buah-buahan dan juga roti gandum tetap saja makanan yang dimakan Dian langsung keluar dan itu membuat tubuh Dian tambah lemah padahal baru ditinggal dua hari.
Hingga ke esokkan harinya mama Nadin yang dari semalam menemani Dian langsung meminta papa Juna untuk menghubungi Tomi dan mencari tau pekerjaan Diki disana masih banyak atau sudah selesai, dan tak lupa papa Juna pun menceritakan kondisi Dian saat ini agar jika pekerjaan Diki masih banyak disana dan bisa di wakilkan agar Tomi saja yang mengurus dan Diki bisa pulang namun Tomi di minta untuk merahasiakan ini dari Diki agar Diki tidak panik dan mencari alasan untuk Diki bisa pulang duluan tanpa Diki curiga jika istrinya dalam ke adaan tidak baik baik saja.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....