
malam harinya keempat laki laki dewasa itu makan malam di rumah utama lengkap dengan keluarga masing masing. mama Nadin sangat senang karna jarang jarang ke empat anak laki laki nya kumpul di rumah utama tanpa di minta.
"duh senangnya hati mama melihat anak menantu mama kumpul tanpa mama minta."ucap mama Nadine senang saat melihat ke empat menantunya sibuk menyiapakan makan malam di dapur sedangkan para laki laki lagi main bilyard di ruang santai yang memang ada bilyard disana untuk hiburan anak laki laki.
keempat menantunya hanya menajawab dengansenyuman kecuali Kiara dan Dian karna kedua perempuan itu sudah tau tujuan mereka berkumpul malam ini sebab para suaminya sudah memberi tahu terlebih dulu tadi sebelum yang lain datang.
"nak ketiga Angel kemana kok mama dari tadi belum melihatnya?" tanya mama Nadin pada Kiara.
"mereka lagi di ruang musik mah, katanya lagi latihan buat pentas minggu depan di kampusnya" jawab Kiara sambil tersenyum pada mama Nadine seperti biasanya.
"anak itu kalo sudah diruang musik bakal gak ingat waktu'"ucap mama Nadine dan pergi dari dapur menuju ruang musik menemui ketiga cucunya.
__ADS_1
.
Setelah selesai makan malam sesuai yang mereka berempat sepakati. Dika mengajak papa Juna ke ruang kerjanya karna beralasan dengan para istri untuk membahas masalah kerjaan para istri pun meng iyakan tapi tidak dengan Dian dan Kiara karna kedua perempuan itu tau tujuan para laki laki membawa papa Juna ke ruang kerja agar mereka bisa membujuk papa Juna pergi berobat.
entah apa yang di bicarakan para laki laki di dalam sana karna tak sampe satu jam semuanya keluar dari dalam dengan mata sembab dan meminta semuanya berkumpul lagi termasuk semua cucucnya.
"pah kenapa meminta semua berkumpul lagi dan ini juga kenpa mata kalian semua pda sembab?"tanya mama Nadin saat melihat semua mata laki laki itu pada sembab.
Setelah semuanya telah berkumpul di ruang keluarga papa Juna mulai berbicara namun matanya menatap mama Nadin dengan penuh cinta.
"sebelumnya papa minta maaf pada kalian semua terutama pada mama istri papa tercinta," ucap papa Juna menatap mama Nadin dengan mata sayu penuh cinta yang membara meski di umurnya yang sudah tua juga sudah mengarungi rumah tangga puluhan tahun dengan mama Nadin tapi cinta papa Juna pada mama Nadin tidak pernah berkurang malahan justru tambah subur.
__ADS_1
"papa minta maaf karna selama ini papa sudah menyembunyikan penyakit papa dari kalian semua, karna papa tidak ingin melihat air mata kalian orang orang yang papa sayangi karna papa ingin hanya kenangan manis yang akan papa ingat di akhir ayat papa tenntang kalian bukan air mata kesedihan yang sangat papa benci." ucap papa Juna sudah terpotang ucapannya karna mama Nadin yang langsung bicara setelah papa Juna bilang begitu.
"maksud papa penyakit apa? kenapa papa sembunyikan dari mama? kenapa papa melakukan ini menanggung semuanya sendiri? bukankah dulu kita pernah berjanji akan membagi suka dan duka yang kita alami selama kita bersama?"tanya mama Nadin emosi dengan berlinang air mata..
"bukan begitu maksud papa sayang, papa hanya tidak ingin melihat kalian sedih, mama kan tau kalo papa paling tidsak bisa melihat orang yang papa sayangi menangis."ucap papa Juna menjelaskan.
"tapi tidak dengan mama karna mama istri papa, suka duka kita lewati bersama tapi kenapa sembunyikan penyakit papa dari mama? apa papa sudah tidak menganggap mama penting dalam hidup papa sehingga papa menyembunyikannya dari mama?" tanya mama Nadin dengan tatapan kecewa.
.
.
__ADS_1
Bersambung....