Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 147


__ADS_3

Dika dan Dicky pergi ke kantin rumah sakit karena hari sudah di sana menunggu untuk memberikan laporan serta akan merencanakan langkah selanjutnya untuk mencari tahu siapa dalang dibalik semua kejadian yang menimpa kedua menantu keluarga Wijaya hari ini tapi sebelum pergi berangkat ke kantin Dicky meminta kepada ibu mertuanya untuk menunggu dia di sana sebentar dan berjanji tidak akan lama kembali lagi ke sana setelah urusannya selesai.


.


di lain tempat tepatnya di sebuah rumah yang sederhana namun terlihat bersih dan asri di sana sedang menunggu kedatangan Bagas yang diantar oleh Wahyu salah satu anak buah tinggi yang kebetulan berteman karib dengan berbagai dan itu mempermudah Tommy untuk menggiring Bagas masuk ke dalam perangkapnya.


kami sudah ada sabar ingin memulai memberi pelajaran yang berharga kepada laki-laki itu namun ia harus bersabar karena tadi Wahyu sempat mengabari bahwasanya Bagas meminta berhenti makan dulu sebentar dan mau tak mau kami terpaksa mengiyakan permintaan Bagas dan harus bersabar menunggu lagi sangsa datang.


Tommy memandangi layar ponselnya dan melihat foto anak dan istrinya yang ia pasang sebagai gambar wallpaper tanpa sadar air mata Tommy menetes saat membayangkan istrinya kecelakaan dan dirinya tak bisa menemani dan bagaimana kabar si kecil sungguh hati Tommy sangat sakit memikirkan itu ingin rasanya ia segera pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan sang istri namun tugas untuk menangkap laki-laki b******* itu harus segera dilakukan agar laki-laki itu tidak bisa berubah lagi kedepannya.

__ADS_1


"bagaimana keadaanmu sayang sakit banget hatiku membayangkan keadaan kamu di sana tanpa aku sungguh aku ingin segera berlari ke sana menemui menemanimu dalam keadaan sakit seperti ini tapi aku harus menyelesaikan masalah ini agar aku nanti sampai pukul untuk merawat kamu sayang." ucap Tommy memandang gambar Citra dan mengusap wajah Citra dengan perasaan yang tak bisa di jelaskan saat ini.


telah cukup lama atau memandang gambar Citra di handphonenya kami mendengar suara mobil berhenti di depan rumah dan Tomi sudah bisa menebak siapa yang datang dan tebak kata tepat tidak meleset sama sekali karena yang datang benar adalah Bagas laki-laki yang sudah membuat Dian berada di ruang ICU.


"Gas gue balik ya soalnya gue masih ada kerjaan nih, dan sorry ya gue cuma bisa anter Lo sampe sini doang dan gak bisa mampir ketemu anak anak dulu." ucap Wahyu memberi alasan karna ia tak sanggup melihat sahabatnya itu mendapat hukuman di depan matanya.


"Ya gak papa, thanks ya Lo udah jemput gue dan udah terakhir gue makna juga." ucap Bagas tulus.


Bagas yang melihat rumah di depan matanya begitu sejuk dan nyaman langsung saja melangkahkan kakinya menuju pintu rumah dan segera membuka pintu itu setelah ia mengucapkan salam dan di sambut dengan anak buah Tomi dalam sana yang juga kebetulan sahabat Bagas.

__ADS_1


Bagas yang tidak tau apa apa pun berjalan menuju sofa dan duduk disana dan dia terheran saat melihat sahabatnya itu memandangnya dengan tatapan yang berbeda beda hingga suara langkah sepatu membuatnya berbalik badan untuk melihat siapa yang datang dan betapa terkejutnya dia saat melihat siapa yang datang tersebut.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2