
Sudah hampir dua Minggu Diki meninggalkan Dian keluar negeri dan itu sudah lebih dari apa yang Diki ucapkan sebelum Diki pergi, Dian sudah bagaikan hidup tapi mati, Dian sungguh gelisah karna Diki tidak ada kabar sejak seminggu yang lalu dimana hari itu adalah hari yang seharusnya Diki pulang, namun sampe hari ini Diki tidak pernah kunjung pulang, bahkan Dian pernah nekat datang ke kantor Diki untuk mencari tau kabar Diki namun disana juga Diki tidak ada dan di bilang belum pulang dari luar negri oleh resepsionis yang bertugas di kantor Diki.
Hari hari Dian di lalui dengan hampa, tak pernah ada senyum lagi di wajah cantik Dian, selalu dan selalu murung karna memikirkan Diki yang entah dimana.
"Kamu lagi dimana mas? aku kangen, kenapa nomor kamu juga tidak aktif aku khawatir takut kamu kenapa kenapa? apa kamu sengaja menghindar dari aku karna aku belum kasih jawaban kamu? aku janji akan jawab dan balas perasaan kamu ke aku, aku janji mas, akan langsung cepat kasih jawaban sama kamu dan akan membuat kamu bahagia." monolog Dian sambil memeluk baju Diki dengan air mata yang mengalir di pipinya saking rindunya sama Diki.
"Aku gak tau kamu di mana mas" ucap Dian menangis dengan pilu menahan rindu yang sangat menyiksanya.
.
__ADS_1
Di lain tempat Diki kini berada di rumah utama, Diki sebenarnya hanya keluar negri hanya tiga hari dan sisanya ia pake untuk mengunjungi Kevin di Surabaya, Diki kangen dengan Kevin yang kini sudah berbahagia dengan keluarganya juga istrinya yang tengah hamil dan itu sungguh membuat Diki iri juga bahagia karna Diki juga ingin punya anak dengan perempuan yang ia cintai namun sayang orang yang dia cintai masih belum bisa membuka hatinya untuknya.
"Mau sampai kapan Lo menghindar darinya?" tanya Dika yang saat ini duduk di depan Diki uang lagi duduk di pinggiran kolam renang dengan kaki yang di masukin ke dalam air.
"Gak tau juga kak, aku lagi menyiapkan hati jika nanti ia memberikan jawaban yang tak sesuai dengan apa yang aku harapkan." ucap Diki sendu.
"Lo boleh menyiapkan hati untuk mendengar jawabnya tapi tidak menghindarinya juga, dia sampe datang ke kantor buat cari tau Lo udah pulang apa belum. kasihan tau gue lihat wajahnya yang sendu gitu." ucap Dika.
"Diki juga gak mau kaya gini kak, Diki juga rindu sama dia, tapi Diki gak kuat jika tau kalo dia gak kangen sama Diki, Diki takut kak dengan kenyataan itu." ucap Diki mengeluarkan keluh kesahnya.
__ADS_1
"Gue ngerti apa yang Lo rasain, tapi apa Lo gak penasaran dengan apa yang Dian lakukan selama Lo pergi? Lo gak ingn tau apa?" tanya Dika.
"Penasaran sih kak, tapi aku takut jika nanti dia biasa saja tanpa aku kan." rengek Diki seperti anak kecil.
"Gue cek cctv apartemen Lo ya, gue mau tau apa yang dia lakukan setelah Lo pergi, gue mau tau Dian tanpa Lo apa dia senang atau sebaliknya." ijin Dika di angguki Diki lemah.
.
.
__ADS_1
Bersambung....