Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 182


__ADS_3

satu minggu berlalu baik Dika maupun Rey belum mendapatkan laporan apapun dari anak buahnya. meski begitu perasaan Dika dan Rey semakin tidak karuan karna entah m ngapa hatinya semakin sakit saat melihat papa Juna dan tanpa bisa di kendalikan air matanya mengalir begitu saja hingga membuat Kiara istri Dika Herna dan bertanya apa yang membuat Dika menangis saat melihat papa Juna.


"Mas kamu kenapa? kenapa kamu m nangis melihat papa?" tanya Kiara pada Dika dan menghapus air mata yang mengalir di pipi suaminya itu.


"mas juga nggak tahu, entah kenapa hati mas selalu sakit saat melihat papa dan air mata ini tak bisa mas kendalikan mengalir begitu saja." jawab Dika sambil menatap istrinya dengan tatapan sendu.


"Berdoa saja mas semoga apa yang mas rasakan itu tidak benar dan papa sehat di jauhkan dari segala penyakit." ucap Kiara pada Dika.


Namun apa yang Dika ucapkan di benarkan kiara dalam hati, sebab beberapa bulan belakangan ini papa Juna sudah mulai mengurangi memakan masakannya yang dulu selalu menjadi makanan favorit nya.


dan juga belakangan ini papa Juna hanya minta jus dan juga makanan sehat tanpa adanya minyak lebih ke sayur dan buah tanpa daging. padahal dulu rendang dan ayam betutu adalah makanan favorit papa Juna, dan perubahan papa Juna sempat menjadi pikiran Kiara yang notabennya adalah yang bertanggung jawab dengan makanan dan minuman di rumah itu setelah ada teror beberapa waktu lalu, tapi Kiara berusaha berpikir positif mungkin papa Juna ingin hidup lebih baik agar kesehatannya terjaga bukan karna sedang larangan dokter karna ada faktor yang lain yang tak di ketahui oleh orang lain.

__ADS_1


dan semenjak saat itu kiara jadi semakin memperlihatkan papa Juna dan mama Nadin namun mama Nadin biasa bisa saja hanya papa Juna saja yang semakin membuatnya curiga karna papa Juna semakin kelihatan pucat dan hanya duduk saja tanpa ada kegiatan atau aktivitas apa pun dan itu sangat bukan papa Juna karna papa Juna adalah tipe orang yang tak bisa diam.


"Pah...boleh kiara bicara sama papa?" tanya Kiara dari luar pintu ruangan papa Juna kerja. Kiara sengaja datang ke ruang kerja papa Juna karna kiara sudah tidak bisa lagi memendam apa yang ini. dia ketahui dari papa Juna tentang perubahan papa Juna.


"Masuk nak.." saut papa Juna dari dalam.


"Ada apa nak..?" tanya papa Juna saat Kiara sudah duduk di kursi depan meja kerja papa Juna.


"Maaf pah.. Kiara hanya ingin tau tentang ke adaan papa, karna kiara perhatiin akhir akhir ini papa sudah sangat berbeda dari biasanya.maaf kalo Kiara lancang." ucap Kiara langsung pada intinya.


"Papa sakit nak.. " ucap papa Juna jujur langsung membuat Kiara diam dan langsung menangis setelah itu bangun langsung memeluk papa Juna karna kiara sudah menganggap papa Juna sebagai ayah kandungnya begitu pun papa Juna yang sangat menyayangi Kiara seperti putrinya sendiri.

__ADS_1


"Papa sakit apa...?" tanya Kiara di sela sela tangisnya di pelukan papa Juna.


"Papa sakit parah, dan umur papa juga sudah tingga sebentar lagi makan dari itu papa menyembunyikan penyakit papa agar nanti di saat papa pergi papa tidak melihat tangisan orang orang yang papa sayang..." ucap papa Juna membalas pelukan Kiara menanti yang sudah ia anggap putrinya itu.


mendengar ucapan papa Juna seketika Kiara langsung tak sadarkan diri Kiara pingsan di pelukan papa Juna.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


Maaf baru up kakak...


__ADS_2