Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 117


__ADS_3

"Gak tau mas aku belum cek, memang sih aku udah telat datang bulan."ucap Dian ragu.


"Ya udah mas keluar dulu ya mau beli tesfek, atau kamu mau ikut sekalian kita cari jajan atau apa gitu, udah lama kita gak jalan berdua malam malam." ajak Diki.


"Tapi anak anak belum tidur mas, gimana donk..." ucap Dian.


"Ya udah tinggal di tidurin dulu aja, atau mau di titip mama dulu" tawar Diki.


"Titip mamah aja dulu mas, kasian kalo jam segini di tidurin Natar jam dua bakal bangun lagi, kan jadi begadang lagi." ucap Dian dan di benarkan Diki.


" ya udah mas keluar dulu ya mau bicara sama mamah, kamu siap siap dulu, ingat pake jaket." ucap Diki dan mengecup dahi Dian sebelum keluar dari kamar.


Pas sampe di ruang keluarga Diki melihat keempat ponakannya sedang main game bareng juga ada Dika dan Kiara yang menemani keempat anaknya.


"Nah kebetulan lagi kumpul, Diki minta tolong ya mba buat jaga si kembar bentar, soalnya Diki dan Dian mau keluar ada yang mau di beli." ucap Diki saat sudah ada di hadapan Kiara.


"Ya udah sini bawa si kembar, lagian juga masih sore kalo di tidurin jam segini." ucap Kiara dan di anggukin Diki, setelah itu Diki pun pergi menuju kamarnya untuk memanggil Dian, dan tak lupa Diki mengambil dompet dan juga kunci mobil.

__ADS_1


"Mba, titip Fazal, dan Fadhel sebentar ya mba."ucap Dian saat menyerahkan Fazal pada Kiara.


"Gak papa, anak anak aman sama mbak, udah sana serangkat nanti keburu malam mumpung gak di lihat nih" ucap Kiara karna kalo sampe si kembar F lihat orang tuanya pergi auto nangis leher pasti.


"Ya udah kami berangkat ya mba" ucap Dian berbisik agar gak di denger kedua anaknya, dan setelah itu keduanya pun keluar rumah dengan langkah terburu buru agar segera hilang dari pandangan kedua anaknya.


"Susah banget culik kamu dari anak anak kalo mereka belum tidur." ucap Diki saat keduanya sudah dalam perjalanan.


"Mau gimana lagi mas, mereka kan masih tergantung sama aku, lagi pulan kan aku bawa sumber asinya jadi otomatis lah mereka lengket banget sama aku." ucap Dian.


"Makasih ya sayang kamu sudah memberikan dua malaikat buat aku, dan aku harap aku akan segera lagi mendapat malaikat kecil untuk menambah kebahagiaan aku, jujur aku nikah sama kamu tak sekali pun aku menyesal yang ada aku beruntung karna kamu sumber kebahagiaan aku." ucap Diki menatap Dian lembut sambil mengecup punggung tangan Dian dan terus memegangnya Sepenjang perjalanan.


"Mas gak gombal sayang, mas serius, kamu adalah sumber kebahagiaan mas," ucap Diki menatap Dian penuh cinta.


"Mas... jangan tatap aku kaya gitu.." ucap Dian manja...


"Kenpa? orang mas suka tatap kamu seperti ini agar mas bisa lihat wajah kamu yang merona itu udah punya anak masih aja merona jika dikasih ungkapan cinta." ucap Diki gemes.

__ADS_1


"Akunya gak kuat mas, meleleh lihat tatapan mata kamu yang selalu melemahkan aku.." ucap Dian membalas gombalan Diki.


"Udah pinter gombal ya sekarang Hem..." ucap Diki.


"Kan di ajarin mas." ucap Dian setelah itu memeluk lengan Diki dari samping dan menyandarkan kepalanya di pundak Diki.


"Terus tersenyum seperti ini ya, karna saat kamu tersenyum mas merasa kedamaian yang tiada Tara..." ucap Diki pelan dan mengecup pucuk kepala Dian.


.


.


.


Bersambung.....


Bisa aja Lo bang ngegembel....

__ADS_1


Kalo kalian dengerin pasangan kalian ngucapin apa yang Diki ucapin pada Dian sama gak sama yang Dian rasakan???


Jawab di komen ya sayang....


__ADS_2