Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 131


__ADS_3

Mendengar perkataan bibik asisten rumah tangganya Diki pun langsung berbalik badan untuk mencari Tomi untuk mengantarkannya ke rumah sakit dan untungnya Tomi belum pergi masih ngobrol sama sekuriti dan ia pun akhirnya tau kalo Dian lagi di bawa ke rumah sakit dengan segera ia berbalik badan menuju mobil yang disana sudah ada Diki yang berada tepat di samping mobil.


Tanpa kata Tomi dan Diki langsung masuk ke dalam mobil dan mobil pun segera keluar dari gerbang rumah utama menuju rumah sakit tempat Dian sering melakukan cek kandungan.


"Bisa lebih cepat nggak bawa mobilnya Tom." ucap Diki dengan nada panik.


"Ini juga udah cepat kali, kalau lebih cepat dari ini yang ada kita ke rumah sakit bukan untuk dampingi Dian tapi yang ada kita ke rumah sakit untuk ikut dirawat."ucap Tomi sewot.


Gimana nggak sewot udah kecepatan di atas rata-rata masih aja disuruh ngebut kan yang ada nanti malah celaka, Tomi pun tahu saat ini perasaan Diki sedang gelisah dan khawatir takut terjadi apa-apa sama Dian maka dari itu tanpa Diki suruh Tomi sudah melaju kan mobilnya di atas kecepatan rata-rata agar segera sampai ke rumah sakit.

__ADS_1


Tak berapa lama sampailah Diki dan Tomi di rumah sakit dan keduanya langsung berlari keluar dari mobil menuju UGD karena Diki yakin saat ini Dian masih berada di UGD dan benar saja tebakan Diki kalau Dian masih berada di UGD karena melihat kedua orang tuanya beserta kakak iparnya ada di depan pintu ruangan UGD dengan wajah yang gelisah.


"Mah, pah,mbak bagaimana keadaan Dian?" tanya Diki saat sudah berada di depan kedua orang tuanya dan kakak iparnya Kiara.


"Masih ditangani dokter Dik."jawab papa Juna.


"Apa yang terjadi kenapa bisa dian berada di sini?" tanya Diki dengan nada pelan karena tak ingin disangka menuduh karena tak becus menjaga istrinya di rumah saat ditinggal pergi.


Setelah Kiara masuk ke dalam kamar Dian Kiara pun tak melihat keberadaan Dian di atas tempat tidur, Kiara langsung berjalan ke arah kamar mandi yang pintunya sedang ditutup dan beberapa kali memanggil nama Dian namun tak ada jawaban beserta mengetuk pintu kamar mandi hingga 10 menit berlalu akhirnya Kiara memanggil Mama Nadin dan papa Juna untuk membuka pintu kamar mandi yang sedang terkunci dari dalam dan akhirnya pintu kamar mandi di dobrak oleh bapak Juna dan menemukan Dian sudah dalam keadaan pingsan dan berlumuran darah di bagian kakinya.

__ADS_1


Melihat kondisi Dian di yang pingsan dan dengan berlumuran darah di kakinya Papa Juna dan yang lain pun langsung membawa Dian ke rumah sakit agar dia segera mendapatkan pertolongan.


Mendengar cerita dari papa Juna Diki pun hanya diam dan menundukkan kepalanya karena merasa bersalah kepada Dian karena tak ada di samping Dian saat Dian lagi sangat membutuhkannya.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2