
Sore hari sekitar pukul 04.00 sore Dian menelpon dan minta dibelikan kue brownies di toko kue langganan langganan keluarganya, namun Diki merasa aneh karna pesanan Dian itu tidak seperti biasanya, jika biasanya Dian minta kue brownies dengan selai strawberry atau selai blueberry, lah ini Dian minta selai nanas, buah kuning yang selama ini di hindari Dian sebab Dian paling tidak bisa makan buah kuning tersebut, karna saat makan tenggorokan Dian akan gatal, juga tangannya jika memegang buah itu juga akan gatal bahkan sampai merah saking gatalnya.
"Gak salah kamu yank minta key brownies pake selai nanas ?" tanya Diki heran.
"Enggak, aku lagi pengen banget mas, beliin ya, please..."ucap Dian memohon.
"Yank, bukannya mas gak mau beliin, tapi kamu kan gak bisa makan buah itu sayang, nanti kalo kamu gatel gimana? mas gak mau kamu kenapa kenapa sayang.." ucap Diki khawatir dengan permintaan Dian.
"Tapi aku pengen mas.." cicit Dian.
"Brownies pake selai kaya biasanya aja ya, nanti mas beliin tiga boks mau?" rayu Diki.
"Maunya yang selai nanas mas,"ucap Dian kekeh.
Karna gak tega mendengar suara Dian yang memelas, akhirnya Diki luluh dan mau membelikan kue brownies dengan selai nanas dengan berat hati.
__ADS_1
"Ada apa sama kamu yank, kenapa kamu tiba tiba menginginkan makanan yang kamu gak sukai, kan selai nanas itu adalah makanan aku, aku harap ini gak akal akalan kamu yang nyuruh aku habisin kue brownies itu dan kamu hanya diam melihat saja seperti saat kamu ngidam dulu." ucap Diki sambil menatap gambar Dian dan kedua buah hatinya di handphone.
"Eh... Tunggu, apa tadi aku bilang kaya Dian waktu ngidam? gak mungkin kan Dian hamil si kembar kan baru umur satu tahun, tapi kalo di pikir pikir sebulan belakangan ini aku emang gak pernah absen sih buat main kuda kudaan, apa jangan jangan Dian hamil lagi ya?" ucap Diki menebak Dian.
"Coba saja nanti aku lihat, jika nanti Dian hanya minta aku untuk makan kue brownies itu, berarti fiks Dian lagi hamil." ucap Diki lagi dengan wajah bahagia.
"Pengen cepet pulang tapi ni berkas masih kangen aja ma gue gak tau apa kalo gue lagi punya misi, huh... nyebelin... "kesel Diki dengan dengan semangat sudah setengah mengerjakan lagi kembali berkas yang ada di hadapannya.
"Tomi keruangan gue sebentar." panggil dari interkom.
"Duduk...!" perintah Diki.
"Ada apa?" tanya Tomi duduk di kursi depan Diki.
"Bantu gue kerjain ini berkas, biar gak pembuat soalnya gue punya misi tentang Dian, dan jangan tanya dulu nanti kalo sudah ada hasilnya atau gue kewalahan baru gue bilang sama lo." ucap Diki dan menaruh tumpukan berkas di depan Tomi.
__ADS_1
"Gila Lo, kerjaan gue juga banyak, apa lagi gue lagi nyiapin materi buat meeting besok, lagian Lo kalo sudah aja nyuruh gue, tapi kalo lagi enak gak pernah ajak gue." ucap Tomi ngedumel tapi mengambil berkas yang ada di depannya.
"Emang Lo mau ikut saat gue main kuda kudaan sama Dian?"tanya Diki dengan senyum yang amat sangat nyebelin buat Tomi.
"Gak terima kasih, gue juga punya istri dirumah yang bisa gue ajak main kuda kudaan yang lebih hot dari pad Lo." kesel Tomi.
"Hahhahah...."tawa Diki karna sudah berhasil membuat Tomi sewot.
.
.
.
Bersambung ....
__ADS_1