Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 95


__ADS_3

Setelah mengetahui kalau Dian hamil dan ngidam mama Nadin langsung menyuruh asisten rumah tangga nya untuk berbelanja ke pasar mencari ayam kampung dan juga bumbu bumbu untuk membuat ayam betutu, tak lupa mama Nadin juga meminta papa Juna untuk menyuruh salah satu koki terbaiknya untuk membimbing Diki nanti membuat ayam betutu yang di inginkan Dian itu.


Papa Juna yang mengetahui mantu keduanya tengah berbadan dua dan ngidam langsung saja mengiyakan permintaan mama Nadin dan langsung pulang membawa koki seketika itu saking antusiasnya papa Juna.


Tepat pukul sepuluh Diki sampai di rumah dan langsung masuk kedalam rumah namun ia heran saat melihat di ruang keluarga banyaknya makanan dan juga minuman di meja padahal tak ada tamu hanya keluarganya saja.


"Ada apa nih mah, kok banyak makanan dan minuman gini, apa ada yang akan datang?" tanya Diki bingung apa mama Nadin yang hanya tersenyum melihatnya datang dengan mata berkaca kaca.


"Gak ada tamu sayang, ini semua untuk Dian, dan ini di buatkan khusus oleh koki terbaik di restoran kota sayang."ucap mama Nadin membuat Diki mengangkat alisnya bingung.


"Maksud mamah, Dian minta ini semua gitu?" tanya Diki dan berjalan menuju istrinya yang lagi asyik makan puding buah di tangannya itu.


"Sayang.." sapa Diki dan mengecup pucuk kepala Dian sayang tanpa perduli di lihat oleh orang tua dan kakak iparnya disana.

__ADS_1


"Mas jadi buatin aku ayam betutu itu?" tanya Dian dengan mata berbinar.


"Jadi sayang, lamanya mas plang hanya ingin buatkan tuan putri ayam betutu yang di inginkan itu." ucap Diki mencubit pipi Dian yang kelihatan tambah chubby.


"Ya udah yuk ke dapur aku mau lihat mas masak."ucap Dian penuh semangat.


"Sabar sayang, mas ganti baju dulu ya, habis itu baru kita masak ok..!" ucap Tomi tapi di tahan tangannya sama Dian saat dia mau berjalan.


"Kenapa?" tanya Diki heran saat tangannya di tahan Dian.


"Baiklah tuan putri apa pun untuk mu " ucap Diki pasrah saat tangannya di tarik Dian menuju dapur.


Mama Nadin dan yang lain melihat Diki yang begitu memanjakan Dian merasa bahagia karena saat ini Dian sangat di haruskan untuk bahagia dan tenang agar tidak terjadi sesuatu pada anak yang di kandung Dian.

__ADS_1


Saat sampai di dapur Diki di kaget kan dengan adanya laki laki tampan sedang memegang pisau karena tengah mengiris buah jambu untuk di jadikan jus.


Diki pikir makanan yang ada di meja depan itu di bawa dari restoran bukan kokinya yang di bawa kesini, sungguh Diki tak suka melihat ada laki laki lain di rumah ini apa lagi Dian akan menemaninya masak otomatis nanti laki laki itu akan melirik istrinya dan itu sangat di benci Diki.


"Sayang, kamu tunggu sama mama dan yang lain di ruang tamu ya, biar mas aja yang masak, kamu tunggu di sana ya." ucap Diki karena tak ingin Dian berada di dapur saat ada laki laki lain di sana.


"Gak mau..! aku maunya disini mas, biar bisa lihatin kamu masak apa lagi ada peluh di dahi kamu pasti sangat keren." ucap Dian membayangkan Diki berkeringat saat lagi masak.


"Astaga.."ucap Diki menepuk jidatnya pelan.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2