Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 160


__ADS_3

dua hari sejak Dicky memberitahunya tentang kondisi rahimnya yang harus segera dioperasi membuat Dian berpikir secara matang-matang tentang apa yang harus dilakukan hingga dengan lapang dada Dian mengikuti keinginan Dicky yaitu untuk melakukan operasi pengangkatan rahim. meski dalam hatinya Dian sempat sedih dan kecewa namun setelah melihat wajah kedua buah hatinya membuat Dian akhirnya bertekad tidak apa tidak memiliki anak perempuan yang penting dia bisa merawat dan membesarkan kedua buah hatinya dengan baik meski di dalam lubuk hati Dian dia sangat ingin memiliki anak perempuan.


"aku ingin bicara sama kamu mas, tentang operasi yang harus aku jalani. dan setelah dipikir-pikir aku memilih untuk mengikuti apa yang sudah mas pilih karena apapun keputusan kamu aku yakin itu terbaik buat aku dan juga keluarga kecil kita. dan aku tidak ingin egois mementingkan keinginanku untuk memiliki anak perempuan karena tidak memiliki anak perempuan pun tidak apa-apa karena nanti di saat si kembar sudah dewasa aku akan mendapatkan anak perempuan yang akan menjadi menantu keluarga kita."ucap Dian seketika membuat hati Dicky lega.


"makasih sayang kamu ya sudah mengikuti apa yang masih inginkan. mas memilih untuk melakukan operasi pengangkatan rahim daripada harus berobat ke luar negeri karena dokter sudah menyatakan bahwa kondisi rahim kamu itu sudah rusak parah dan harus segera diangkat rahimnya kalau tidak akan menyebabkan kanker rahim." ucap Dicky sambil menggenggam tangan Dian dan tersenyum manis.


"ya mas aku mengerti, aku percaya dengan semua keputusan yang mas ambil."ucap Dian lemah dan membalas senyum Dicky dengan tulus.

__ADS_1


tanpa kata lagi Dicky langsung membawa tubuh Dian ke dalam pelukannya karena Dicky sangat bersyukur dia mau mendengar kata-katanya sebab waktu yang diberikan dokter untuk Dian segera melakukan operasi itu adalah batas waktunya sampai besok karena jika tidak maka dokter tidak bisa menjamin keselamatan Dian setelahnya karena dokter sudah memeriksa seluruh organ tubuh Dian dengan jelas.


"ya udah sayang kalau gitu kamu istirahat dulu ya, mas mau ke ruangan dokter dulu untuk memberikan jawaban atas kesediaan kamu untuk melakukan operasi pengangkatan rahim agar operasi itu bisa segera dilakukan dan kita segera bisa berkumpul kembali di rumah."ucap Diki lembut setelah melepaskan pelukannya dan membantu Dian berbaring di tempat tidur tak lupa Diki mengecup seluruh wajah Dian sebelum Dicky meninggalkan kamar Dian menuju ruangan dokter yang menangani Dian ian selama ini.


.


dengan perasaan sedih dan senang menjadi satu Dicky mengiringi langkah Dian yang baru keluar dari ruang operasi menuju ruang ICU untuk sementara waktu sambil menunggu Dian sadar agar dokter bisa mengontrol Dian 24 jam dan setelah Dian sadar barulah Dian akan dipindahkan kembali ke ruang rawatnya.

__ADS_1


6 jam berlalu namun dia belum menunjukkan tanda-tanda dia akan sadar membuat Dicky khawatir takut operasi yang baru saja dilakukan Dian itu gagal karena dokter sempat memberi tahu kemungkinan jika operasi yang dia lakukan itu gagal bisa berakibat kehilangan nyawa meskipun kegagalan di meja operasi itu hanya sedikit.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2