Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 146


__ADS_3

Tomi mengetakan rahangnya saat mendapat laporan dari anak buahnya yang memberi tahu jika istrinya juga mengalami kecelakaan dan sudah di bawa ke rumah sakit tempat Dian di rawat, sungguh Tomi sangat marah dan juga khawatir dengan keadaan istrinya yang entah bagai mana, ingin rasanya pergi kerumah sakit untuk menemui istrinya, namun Bagas sudah dalam perjalanan menuju tempatnya saat ini, sungguh Tomi di lema besar.


"Siapa yang berani main main dengan keluarga Wijaya pasti ini bukan orang yang sembarangan karna gue yakin kalo cuma cecunguk itu pasti dia tidak akan melibatkan istri ku."ucap Tomi sambil berpikir tentang musuh keluarga Wijaya namun keluarga Wijaya sama sekali tak punya musuh karna keluarga Wijaya selalu berada di garis yang benar dan tak pernah bermain curang merugikan perusahaan lain untuk kepentingan sendiri.


"Gue harus cari tau l nih dalam tentang semua ini, tak mungkin kedua menantu keluarga Wijaya mengalami kecelakaan di waktu yang sama, pasti ini ada kaitannya dengan para suami." ucap Tomi menerka.


Tomi pun langsung menghubungi Dika dan memberi tahu kalo istrinya juga lagi berada di rumah sakit karna mengalami kecelakaan.


Dika - "Halo Tom.. bagai mana?" tanya Dika di sebrang sana.


Tomi - "Gue sudah menemukan yang orangnya, namun ada hal yang lebih penting yang ingi gue sampaikan."


Dika - "Apa?"

__ADS_1


Tomi - "S karang istri gue juga lagi di rumah sakit, gue minta tolong Lo urus administrasinya sebentar karna gue lagi berada di luar kota."


Dika - "Citra sakit?"


Tomi - "Citra mengalami hal yang sama dengan Dian, dan gue minta tolong Lo urus sebentar dan nanti setelah pulang gue ada yang ingin di sampaikan penting menyangkut kejadian yang menimpa istri kita hari ini."


Mendengar apa yang di ucapkan Tomi seketika Dika mengerti kemana arah tujuan pembicaraan Tomi, dan Dika pun mengiyakan permintaan Tomi.


"Astaga... ada apa ini kenapa kedua menantu ku kecelakaan di hari yang sama." ucap mama Nadin syok.


"Pasti ada yang tidak beres ini, kalo gitu papa kesana sama mama duluan kamu tunggu disini saja biar urusan Citra kami yang urus."ucap papa Juna dan setelah itu pergi menuju UGD dan meninggalkan Dika dan Diki di depan ruang ICU.


"Kak, gue yakin ini ada yang tidak beres karna tadi Tomi juga bilang gitu ke gue "ucap Diki pad Dika.

__ADS_1


"Gue juga sempat berpikiran sama kaya lo, tapi kita tunggu dulu Tomi dan Rey yang juga gue suruh buat menyelidiki kasus ini. dan gue minta lo tetap tenang karna kita butuh kepala dingin untuk menyelesaikan kasus ini." ucap Dika.


"Gue udah berusaha tenang tapi hati gue sakit kak setiap melihat kondisi anak dan istri gue, rasanya ingin membunuhnya dengan tangan gue sendiri." ucap Diki marah dengan mata merah.


"Gue ngerti dengan apa yang Lo rasakan dan gue janji akan menemukan orang yang membuat kedua istri adek gue sakit seperti ini, dan asal Lo tau melihat Lo kaya gini hati gue sakit apa lagi nanti gue akan melihat kedua adek gue sedih sungguh hati gue sakit melihat adek adek gue dalam keadaan seperti ini."ucap Dika menatap Diki dengan mata teduh penuh kasih sayang pada adek ya tersebut.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2