Duren Dingin Ku

Duren Dingin Ku
Bab 37


__ADS_3

Melihat ponakannya terus merengek minta di anterin beli es krim membuat Diki tak tega dan langsung menggandeng tangan Gio keluar dari ruang keluarga menuju mobilnya.


"Om Lina ikut." teriak Lina berlari kearahnya.


"Jangan lari princess." ucap Diki saat melihat Lina lari menuju arahnya karna takut di tinggalkan


"Abis takut di tinggalin." ucap Lina sambil nyengir.


"Kami juga om." teriak Elo dan Elio berbarengan dan juga berlari ke arahnya.


"Kalian ini, dasar kembar lari aja pake barengan juga." cibir Diki dan melemparkan kunci mobilnya pada si kembar dan di tangkap Elo.


Semua masuk ke dalam mobil dengan Elo yang menyetir mobil sedangkan Diki berada di samping Elo di kursi depan, sedangkan, Lina, Elio dan gio berada di bangku tengah, mereka semua asik bercanda sehingga tak sadar jika mobil yang di bawa Elo terparkir di sebuah mall, dan itu cukup membuat Diki kaget karna awalnya Diki hanya ingin membawa ke empat ponakannya ke mini market depan saja, tapi apa boleh buat jika kini mereka sudah berada di mobil.

__ADS_1


"Ayo om." ajak Gio menarik tangan Diki yang hanya bisa pasrah di hadapan keempat ponakan tersayangnya itu.


Mereka berlima langsung menuju arena bermain yang membuat mereka berempat seperti anak kecil yang berebutan tempat main dan itu membuat hati Diki bahagia melihat tawa lepas dari keempat ponakannya itu, sudah lama rasanya ia tak melihat ponakannya berebutan main seperti ini, Diki pun mencari tempat duduk agar bisa mengawasi keempatnya tanpa mengganggu ke seruan mereka.


Baru saja Diki berjalan menuju bangku yang tersedia untuk menunggu itu, tidak sengaja dia menabrak Clarisa yang sedang membersihkan tempat itu dengan membawa alat pel.


Diki kaget karna melihat mantan istrinya itu terlihat berbeda dari terakhir kalinya mereka bertemu di hotel beberapa tahun lalu.


Terbesit rasa ingin mengetahui hidup Clarisa setelah pisah darinya namun ia urungkan niatnya itu saat ia mengingat pengkhianatan yang di lakukan Clarisa bertahun tahun di belakangnya.


Dengan langkah besar Diki mendekati Elo dan memberi tahu apa yang ia lihat agar ponakannya itu bisa mengerti sebelum Clarisa menyadari ke hadirannya di sana.


Elo yang mendengar apa yang di ceritakan Diki langsung menyuruh adiknya berhenti bermain dan langsung membawa pulang dengan alasan perutnya sudah lapar dan mengajak ketiga adiknya makan di restoran langganannya.

__ADS_1


Diki meras lega karna setidaknya untuk sekarang ia bisa menghindar tidak bertemu Clarisa secara langsung dan tidak menutup kemungkinan akan ketemu lagi suatu saat nanti.


Tanpa Diki sadari ternyata Clarisa melihat kepergian Diki dan ke empat ponakannya itu keluar dari arena bermain.


"Maaf kan aku mas, aku menyesal telah mengkhianati kamu." ucap Clarisa lirih melihat punggung Diki yang semakin menjauh.


Tanpa Clarisa sadari air matanya menetes saat mengingat betapa Diki mencintainya memberikan apa pun yang ia mau, bahkan tak pernah sekali pun Diki menolak permintaannya, Clarisa sangat menyesal telah mengkhianati laki laki sebaik Diki, jika ada kesempatan kedua ia janji akan setia sama Diki seumur hidupnya tak perduli jika Diki tidak ada waktu buatnya dan akan sabar menunggu Diki sampai punya waktu buatnya, sungguh ia menyesal telah menuruti egonya yang menginginkan cinta pertamanya sebagai cinta terakhirnya tanpa memikirkan statusnya yang saat itu adalah istri dari laki laki yang begitu mencintainya dengan tulus. Bahkan dia tega tidak mau mengandung anak Diki hanya karna janjinya yang akan hanya hamil anak Bagas cinta pertamanya itu, sungguh Clarisa sangat sangat menyesal dengan kebodohan yang telah ia lakukan di masa lalu.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2